Berita

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi. (Foto: Istimewa)

Politik

Jokowi Tersiksa Setelah Tak Lagi Berkuasa

MINGGU, 24 MEI 2026 | 11:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar berhati-hati dalam mengelola kekuasaan. Menurutnya, persoalan besar kerap muncul ketika masa kekuasaan mulai berakhir.

Pangi menilai saat seorang pemimpin masih berada di puncak kekuasaan, kritik biasanya tidak terlalu terasa. Namun situasi bisa berubah ketika pengaruh politik mulai melemah.

“Kadang kekuasaan itu bikin tuli dan buta. Kekuasaan itu sewenang-wenang,” ujar Pangi di kanal Youtube Bambang Widjojanto, Minggu, 24 Mei 2026.


Menurutnya, kondisi itu menjadi pengingat penting bagi Prabowo agar tidak terlena dengan situasi politik saat ini yang relatif stabil.

“Presiden Prabowo harus hati-hati ke depan. Sekarang memang tidak ada masalah, tapi ketika nanti akan mengakhiri pemerintahannya, masalah bisa muncul,” katanya.

Pangi mencontohkan kondisi yang kini dialami Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi. Ia menilai berbagai persoalan dan kritik terhadap Jokowi justru semakin banyak muncul setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

“Nah itu yang dialami Jokowi. Itu pengingat dan alarm bagi Pak Prabowo,” ujarnya.

Menurut Pangi, Jokowi saat ini terus menjadi sorotan publik, mulai dari polemik ijazah hingga berbagai isu lain yang kembali diungkit.

“Betapa tersiksanya Jokowi hari ini karena semuanya bunyi semua, masalah dan aibnya dibuka,” katanya.

Ia juga menyinggung langkah Jokowi yang dinilai masih aktif memberikan komentar terkait isu kebangsaan meski sudah tidak lagi menjabat.

“Selalu mengomentari soal bangsa, padahal kan sudah pensiun dan kembali ke Solo. Mungkin ini lebih mengawal Gibran,” pungkasnya.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya