Berita

Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago. (Foto: istimewa)

Politik

Blunder Pejabat Terus Menerus Berulang

MINGGU, 24 MEI 2026 | 09:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago, menyoroti maraknya pernyataan pejabat publik yang menuai kontroversi dan berujung permintaan maaf kepada masyarakat.

Menurut Pangi, situasi politik saat ini memperlihatkan masih banyak pejabat yang kerap salah bicara hingga memunculkan kegaduhan di ruang publik.

“Yang menarik situasi politik hari ini itu adalah kok terus-menerus pejabat kita salah ngomong, terus-menerus minta maaf, terus-menerus pro kontra, kemudian memunculkan kekisruhan statement-nya,” ujar Pangi di kanal Youtube Bambang Widjojanto, Minggu, 24 Mei 2026.


CEO sekaligus Founder Voxpol Center Research and Consulting ini menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pola berpikir dan minimnya kehati-hatian pejabat dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.

“Sampai kapan pejabat kita seperti ini? Ini kan penyakit, tidak punya rasional dalam berpikir,” katanya.

Pangi juga menyoroti masih sedikit pejabat yang secara konsisten tampil membela kepentingan rakyat di tengah berbagai polemik yang berkembang.

Menurutnya, lembaga komunikasi pemerintah seharusnya mampu menjadi penengah dan meredam kritik publik, bukan justru ikut menimbulkan blunder baru.

“Badan komunikasi pemerintah seharusnya menjadi pemadam kebakaran terhadap kritik publik. Tapi sekarang justru banyak blunder juga,” tegasnya. 

Teranyar, Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan pernyataan perlukah mengganti Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan  karena Zulhas salah memberi informasi nama desa yang dia kunjungi.

Prabowo berbicara usai meninjau tambak budidaya udang di Desa Tegal Retno, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu kemarin, 23 Mei 2026. Momen ini terjadi usai Prabowo mendapat data nama desa yang salah dari Zulhas.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya