Berita

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. (Foto: Istimewa)

Politik

Danantara SDA Bisa Putus Modus Ekspor Curang, Ini Syaratnya

MINGGU, 24 MEI 2026 | 02:09 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang disiapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai bukan sekadar langkah pembentukan BUMN baru. 

Indonesian Audit Watch (IAW) justru melihatnya sebagai upaya membongkar “kotak hitam” kebocoran ekspor sumber daya alam yang disebut sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus, menilai, kebijakan itu merupakan langkah berani karena menyasar persoalan mendasar yang selama ini membayangi tata kelola ekspor nasional. Namun ia mengingatkan, proyek besar tersebut bisa berubah menjadi ancaman baru apabila pengawasannya lemah.


“Ini bukan sekadar BUMN baru. Ini operasi pembedahan jantung atas praktik ekspor yang selama tiga dekade dibiarkan liar,” kata Iskandar dalam keterangannya, Sabtu, 23 Mei 2026.

Menurut Iskandar, selama bertahun-tahun negara menghadapi persoalan klasik berupa penerimaan negara yang tidak sebanding dengan besarnya komoditas yang diekspor. Padahal Indonesia selama ini menjadi salah satu eksportir terbesar untuk komoditas sawit hingga batu bara.

Iskandar mengungkap sedikitnya terdapat sejumlah pola lama yang terus berulang, mulai dari praktik under-invoicing, transfer pricing, manipulasi kualitas produk, rekayasa HS Code, hingga devisa hasil ekspor yang disebut tidak sepenuhnya kembali ke sistem keuangan nasional.

“Bukan karena SDA habis, tetapi karena sistem ekspor kita bolong-bolong seperti jaring ikan yang robek,” ujar Iskandar.

Menurutnya, keberadaan DSI nantinya akan memiliki fungsi strategis karena negara dapat memantau harga ekspor secara langsung, mengawasi volume barang, memastikan identitas pembeli akhir, hingga mengontrol arus devisa hasil ekspor.

Namun di balik peluang tersebut, Iskandar menilai terdapat ancaman yang tidak kecil. Jika seluruh pintu ekspor dipusatkan tanpa sistem pengawasan kuat, monopoli ekspor berpotensi bergeser menjadi monopoli rente.

“Lompatan ini berani karena memotong banyak kepentingan lama. Tapi kalau pengawasannya lemah, korupsinya justru bisa lebih terpusat dan lebih besar,” kata Iskandar.

Iskandar pun menilai sektor crude palm oil (CPO) layak dijadikan proyek percontohan sebelum DSI berjalan penuh. Alasannya, sektor ini dianggap memiliki data paling lengkap, mulai dari temuan audit, penyidikan aparat penegak hukum, hingga dugaan manipulasi oleh ratusan wajib pajak.

Karena itu IAW mendesak Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai segera menyisir 282 wajib pajak yang terindikasi terlibat manipulasi ekspor produk turunan sawit.

“Publik harus melihat bahwa langkah ini bukan sekadar wacana. Kalau berhasil, Presiden akan dikenang sebagai pemimpin yang mengembalikan kedaulatan ekonomi. Kalau gagal, kita hanya mengganti pemilik kotak hitam, bukan membukanya,” pungkas Iskandar.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya