Berita

Ilustrasi (Gambar: Imagined by Babbe)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Naik Tipis di Akhir Pekan

SABTU, 23 MEI 2026 | 09:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia bergerak naik tipis usai mengalami penurunan setelah Amerika Serikat dan Iran memberi sinyal adanya kemajuan dalam pembicaraan damai untuk mengakhiri konflik yang berlangsung beberapa bulan terakhir.

Dikutip dari CNBC International, Sabtu 23 Mei 2026, pada penutupan perdagangan Jumat harga minyak mentah Brent naik 96 sen menjadi 103,54 Dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 25 sen ke level 96,60 Dolar AS per barel.

Meski sempat menguat, secara mingguan harga minyak tetap turun cukup dalam. Brent tercatat melemah lebih dari 5 persen selama sepekan, sementara WTI turun lebih dari 8 persen. Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran demi memberi ruang bagi proses negosiasi.


Namun, pasar masih dibayangi ketidakpastian karena AS dan Iran belum mencapai kesepakatan terkait sejumlah isu penting, termasuk stok uranium Iran dan kendali atas Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ada “tanda-tanda baik” menuju kesepakatan damai. Meski demikian, ia menegaskan peluang tercapainya kesepakatan akan sulit apabila Iran tetap ingin mengendalikan pelayaran di Selat Hormuz secara permanen.

Analis ING menilai pasar masih berhati-hati meskipun optimisme mulai muncul. Menurut mereka, negosiasi serupa sebelumnya juga pernah terlihat hampir berhasil, tetapi akhirnya gagal mencapai kesepakatan.

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap pasokan minyak global masih tinggi. Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan pasar minyak bisa masuk ke “zona merah” saat musim panas karena permintaan perjalanan meningkat sementara stok minyak dunia terus menipis.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya