Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Indeks DXY Kokoh di 99,24, Dolar AS Dekati Level Tertinggi 6 Pekan

SABTU, 23 MEI 2026 | 08:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar Amerika Serikat (AS) di pasar uang New York menunjukkan penguatan seiring dengan indeks Dolar AS (DXY) yang bertahan di dekat level tertinggi enam pekan. 

Penguatan mata uang Paman Sam  pada penutupan perdagangan Jumat 22 Mei 2026 waktu setempat ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap prospek perang di Timur Tengah serta sinyal hawkish dari pejabat Bank Sentral AS (The Fed) terkait potensi kenaikan suku bunga acuan.

Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama global naik tipis 0,04 persen ke level 99,24. 


Sebaliknya, Euro melemah 0,06 persen menjadi 1,1611 Dolar AS, dan Dolar Australia turun 0,15 persen ke posisi 0,7136 Dolar AS. 

Sementara itu, Yen Jepang kian tertekan 0,1 persen ke level 159,11 Yen per Dolar AS.

Sikap hati-hati pasar terhadap gangguan pasokan energi akibat konflik Iran memicu ekspektasi bahwa inflasi inti AS akan kembali melonjak. Kondisi ini diperkuat oleh pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller yang menyarankan agar bank sentral menghapus bias pelonggaran kebijakan dan mulai membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi memburuk. 

Saat ini, para trader kontrak berjangka memperkirakan peluang sebesar 50 persen untuk kenaikan suku bunga Fed funds pada Oktober mendatang.

Di sisi lain, keunggulan DXY juga ditopang oleh prospek ekonomi Amerika Serikat yang dinilai jauh lebih tangguh dan kuat dibandingkan dengan negara-negara kompetitornya, meskipun Survei Konsumen Universitas Michigan menunjukkan sentimen konsumen AS sempat anjlok ke level terendah akibat lonjakan harga bensin.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya