Berita

Proses pemindahan 40 narapidana ke Nusakambangan. (Foto: Humas Ditjen Pemasyarakatan)

Hukum

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

JUMAT, 22 MEI 2026 | 22:33 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Sebanyak 40 warga binaan kategori high risk dari Lapas Kelas I Palembang, Sumatera Selatan dipindah ke sejumlah Lapas di Nusakambangan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi mengatakan, pemindahan tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan dan pengamanan yang lebih tepat bagi warga binaan berisiko tinggi.

"Untuk warga binaan masuk kategori high risk, Nusakambangan adalah tempat yang kita harapkan akan mengubah perilaku mereka menjadi warga binaan yang patuh pada aturan dan mengikuti program pembinaan dengan baik," kata Mashudi dalam keterangan persnya, Jumat malam, 22 Mei 2026.


Sebanyak 40 warga binaan tersebut ditempatkan di enam Lapas yang berada di kawasan Nusakambangan, yakni Lapas Kelas I Batu, Lapas Kelas IIA Pasir Putih, Lapas Kelas IIA Narkotika, Lapas Kelas IIA Ngaseman, Lapas Kelas IIA Gladakan, dan Lapas Kelas IIA Besi.

Mashudi menerangkan, kebijakan pemindahan itu merupakan bagian dari komitmen Pemasyarakatan untuk melakukan bersih-bersih lapas dan rutan dari berbagai bentuk pelanggaran, termasuk peredaran narkoba, penggunaan telepon genggam ilegal, hingga barang-barang terlarang lainnya.

"Kami ingatkan kembali, kepada seluruh jajaran pemasyarakatan, jangan berani main-main dengan aturan. Baik warga binaan maupun petugas, apabila terbukti terlibat, apakah itu narkotika, HP, scamming atau tindakan pelanggaran lainnya, tidak ada ampun, sanksi berat ganjarannya," tegas Mashudi.

Proses pemindahan warga binaan dilakukan dengan pengawalan petugas Pemasyarakatan Sumsel bersama Satbrimob dan Ditlantas PJR Polda Sumsel. Seluruh rangkaian pemindahan dilaksanakan sesuai prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku.

Hingga Mei 2026, total 88 warga binaan telah dipindahkan ke Nusakambangan. Sementara secara keseluruhan sudah 2.648 warga binaan kategori high risk dipindahkan selama kepemimpinan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya