Berita

Ilustrasi

Politik

Rupiah Jeblok Tak Melulu Soal Situasi Global

JUMAT, 22 MEI 2026 | 21:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar kurs Rupiah melemah terhadap hampir semua mata uang Asia, tidak hanya Dolar AS.

Ekonom Bank Permata, Joshua Pardede, mengungkapkan Rupiah melemah terhadap Won Korea Selatan, Yen Jepang, Peso Filipina, Dolar Hong Kong hingga Yuan China. Penguatan satu-satunya hanya terjadi terhadap Rupee India sebesar 0,8 persen.

"Yang paling dalam kita melemah terhadap Ringgit Malaysia (8 persen), lalu yang kedua terhadap Singapur Dolar (6,3 persen), yang berikutnya terhadap Hong Kong (5,2 persen), baru terhadap Yuan," kata Joshua di Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat, 22 Mei 2026.


Sementara Rupiah tercatat melemah 5,7 persen sepanjang tahun ini terhadap Dolar AS, jauh lebih dalam dibandingkan penguatan DXY yang hanya sekitar 0,9 persen secara year to date.

“Kalau kita lihat sebenarnya DXY penguatannya tidak banyak, hanya sekitar 0,9 persen. Tapi Rupiah melemahnya hampir 5 persen lebih,” katanya.

Josua mendesak pemerintah untuk tidak terus berdalih dengan menyalahkan faktor global dari kurs yang terus melemah.

“Jadi jangan terus menyalahkan global. Dan jangan marah-marah ketika wartawan menanyakan apakah ada masalah domestik,” tegasnya.

Menurutnya, tekanan terhadap mata uang domestik justru menunjukkan adanya persoalan yang juga berasal dari dalam negeri.

Meski demikian, ia mengakui terdapat faktor musiman yang ikut meningkatkan permintaan Dolar AS pada kuartal II-2026. Salah satunya berasal dari pembayaran dividen perusahaan-perusahaan terbuka yang umumnya jatuh pada Mei.

“Listed companies banyak yang bayar dividen di bulan Mei. Jadi wajar ada peningkatan permintaan Dolar di kuartal kedua,” katanya.

Selain itu, permintaan valas juga meningkat seiring musim haji yang mendorong kebutuhan transaksi dalam mata uang asing.

Karena itu, Joshua mendorong penguatan penggunaan Local Currency Transaction (LCT) agar ketergantungan terhadap Dolar AS dalam transaksi internasional bisa dikurangi.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya