Berita

Ketua KPK, Setyo Budiyanto. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Ketua KPK Respons Ultimatum Prabowo ke Purbaya Soal Ganti Dirjen Bea Cukai

KAMIS, 21 MEI 2026 | 19:26 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, segera mengganti pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai jika dinilai tidak mampu menjalankan tugas.

Setyo menilai pernyataan presiden tersebut berada dalam ranah yang berbeda dengan proses penegakan hukum yang sedang dilakukan KPK.

"Saya kira itu ranah yang berbeda ya. Itu kan ditujukan kepada menteri keuangan," kata Setyo kepada wartawan di wilayah Anyer, Banten, Kamis 21 Mei 2026.


Meski demikian, Setyo menegaskan KPK melihat komitmen Presiden Prabowo dalam pemberantasan korupsi sangat kuat.

"Prinsipnya kita semuanya saya yakin sepakat bahwa komitmen Bapak Presiden terhadap pemberantasan korupsi sangat tinggi, sangat luar biasa," ujar Setyo.

Karena itu, terkait tindak lanjut pernyataan presiden kepada jajaran Kementerian Keuangan, Setyo mempersilakan hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada Menteri Keuangan.

"Nanti silakan saja dikonfirmasi sama Menteri Keuangan soal hal itu," tegas Setyo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo melontarkan peringatan keras kepada jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai saat menyampaikan pidato dalam agenda Sidang Paripurna DPR pada Rabu 20 Mei 2026.

"Saya ingatkan kembali untuk kesekian kali, Bea Cukai kita harus diperbaiki," tegas Prabowo.

Bahkan, kepala negara secara terbuka meminta menteri keuangan mengambil langkah tegas apabila pimpinan Bea dan Cukai tidak mampu menjalankan tugasnya.

"Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti. Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat," tegas Prabowo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya