Berita

Masyarakat sipil nonton bareng dan diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di Jakarta. (Foto: Ist)

Politik

Masyarakat Sipil Nobar Pesta Babi: Negara Direduksi Jadi Mesin Elektoral

KAMIS, 21 MEI 2026 | 16:04 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Fungsi negara dinilai mengalami dekadensi. Dari yang seharusnya menjadi alat pembagi kemakmuran dan pencipta keadilan bagi seluruh rakyat, kini menjadi mesin elektoral. 

Hal ini mengemuka usai sejumlah tokoh masyarakat sipil nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di Jakarta pada Rabu malam, 20 Mei 2026. 

Ketua Institut Harkat Negeri, Sudirman Said, menyoroti pengangkatan pejabat dinilai sengaja diakali demi kepentingan pemilu, bukan untuk melayani rakyat.


"Negara semula alat pembagi kemakmuran pencipta keadilan, direduksi jadi mesin elektoral," kata Sudirman, dikutip Kamis 21 Mei 2026.

Melihat lumpuhnya hampir segenap institusi formal, terutama DPR dan partai politik, Sudirman mendesak masyarakat sipil dan generasi muda untuk segera merapatkan barisan. 

"Lewat forum ini, waktunya menata diri," tegas Sudirman.

Sedangkan mantan Direktur Eksekutif Perludem, Annisa Nur Agustyati, membedah bagaimana ongkos politik yang mahal memaksa elite melakukan cara-cara ekstraktif demi membalas budi para penyokong dana.

"Dana politik dari pengusaha yang tidak gratis itu dikembalikan servisnya oleh politisi kepada yang membiayai," ungkap Annisa.

Dampak paling nyata dari persekutuan antara mesin elektoral dan modal tersebut adalah hancurnya daerah-daerah kaya sumber daya alam, salah satunya Papua. 

Tokoh hukum senior Todung Mulya Lubis menengarai, masifnya pendekatan keamanan di Papua sebagai bentuk kegagalan negara dalam memanusiakan warganya. 

"Kita kerap lupa, Papua adalah bagian dari Indonesia," kata Todung.

Mantan Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menyatakan, eksploitasi di Papua berjalan berlapis-lapis di atas ketimpangan yang telah menganga. 

"SDA hilang entah ke mana, meninggalkan mereka dalam ketimpangan," kata Beka.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya