Berita

Jurubicara Partai Gerindra, Bahtra Banong. (Foto: Istimewa)

Politik

Pidato Prabowo Tunjukkan Kualitas Kenegarawanan sangat Kuat

KAMIS, 21 MEI 2026 | 15:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Partai Gerindra menyampaikan makna pidato Presiden Prabowo Subianto, yang kembali mengangkat jasa Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, dalam Rapat Paripurna DPR terkait KEM dan PPKF RAPBN 2027, pada Rabu 20 Mei 2026.

Jurubicara Partai Gerindra, Bahtra Banong mengatakan, pidato Presiden Prabowo itu memberikan penghormatan dan terima kasih kepada PDIP dan Megawati, sebagai pesan politik yang sangat penting bagi demokrasi Indonesia.

"Pidato Presiden kemarin menunjukkan kualitas kenegarawanan yang sangat kuat," kata Bahtra kepada RMOL, Kamis 21 Mei 2026.


Bahtra menegaskan, pidato Presiden Prabowo tersebut menjadi jawaban paling nyata terhadap berbagai tudingan yang selama ini mencoba membangun stigma bahwa Prabowo anti-demokrasi, atau memiliki watak militeristik hanya karena berasal dari latar belakang militer dan sejarah politik masa lalu.

“Ini adalah pernyataan yang sangat demokratis dan konstitusional, dan harus menjadi contoh bagi para tokoh bangsa," sambung Bahtra.

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPR  ini, seorang pemimpin yang otoriter tidak mungkin memberikan penghormatan terbuka kepada partai di luar pemerintahan, apalagi mengapresiasi peran oposisi sebagai bagian penting dalam menjaga demokrasi.

“Kalau ada pemimpin yang anti-demokrasi, biasanya oposisi dianggap ancaman. Tetapi Presiden Prabowo justru mengatakan bahwa keberadaan PDIP di luar pemerintahan perlu dihormati," kata Bahtra. 

Oleh karena itu, Bahtra memastikan corak kepemimpinan Presiden Prabowo tidak seperti yang diwacanakan sejumlah pihak, yakni seolah-olah otoritee dan militeristik.

"Artinya beliau memahami bahwa demokrasi tidak harus seragam, tidak harus semua masuk pemerintah,” demikian Bahtra.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya