Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/05/2026). (Foto BPMI Setpres)

Politik

Pidato Prabowo soal PDIP Bisa Jadi Sindiran Halus

KAMIS, 21 MEI 2026 | 13:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan penghargaan kepada PDI Perjuangan karena memilih berada di luar pemerintahan menjadi bagian menarik dalam pidato politik di DPR RI.

Menurut analis komunikasi politik Hendri Satrio atau akrab disapa Hensa itu, setiap pesan yang disampaikan politisi umumnya memiliki lebih dari satu makna.

“Pidato Presiden Prabowo Subianto yang memberikan penghargaan kepada PDIP yang memilih menjadi oposisi itu hal yang menarik. Politisi pada saat menyampaikan pesan itu maknanya nggak pernah satu,” ujar Hensa lewat kanal Youtube miliknya, Kamis, 21 Mei 2026.


Karena itu, ia menilai publik tidak hanya perlu memperhatikan isi ucapan Presiden, tetapi juga ekspresi dan gestur yang ditampilkan saat menyampaikan pesan tersebut.

Founder lembaga survei KedaiKOPI itu mengatakan, bisa saja muncul persepsi berbeda dari publik terkait pernyataan Prabowo tersebut.

“Bahwa Pak Prabowo sebetulnya saat itu sedang menyindir posisi PDIP yang menjadi oposisi dan dianggap sebagai pengganggu dari program-programnya,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pernyataan Prabowo yang menyebut PDIP selama ini cukup kritis terhadap pemerintah. Di sisi lain, Hensa melihat Prabowo juga berupaya menunjukkan hubungan personal yang baik dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Prabowo juga menyampaikan waktu zaman Bu Megawati, Prabowo banyak dibantu. Jadi Prabowo sekarang mau bantu juga,” ujarnya.

Menurut Hensa, pernyataan tersebut dapat dibaca sebagai sinyal bahwa ruang komunikasi politik antara Prabowo dan PDIP tetap terbuka.

“Kalau belakangnya ada PDIP Perjuangan dipersilakan saja asal memang prudent prosesnya,” katanya.

Karena itu, Hensa kembali menegaskan bahwa bahasa politik selalu memiliki banyak tafsir.

“Tadi saya katakan politisi kalau bicara pasti bersayap. Seperti apa yang disampaikan Prabowo,” pungkasnya.


Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya