Berita

Pegiat sosial politik sekaligus eksponen Angkatan Reformasi 98, Andrianto Andri (Foto: Dokumen Pribadi)

Politik

Pidato Prabowo Dinilai Hidupkan Kembali Semangat Pasal 33 UUD 1945

KAMIS, 21 MEI 2026 | 13:37 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 mendapat apresiasi dari kalangan aktivis. Gagasan yang disampaikan dinilai sebagai upaya mengembalikan pengelolaan kekayaan alam Indonesia sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Pegiat sosial politik sekaligus eksponen Angkatan Reformasi 98, Andrianto Andri, menilai pidato Presiden Prabowo pada Sidang Paripurna DPR, Rabu 20 Mei 2026, menjadi momentum penting yang memberi harapan baru bagi pengelolaan sumber daya alam nasional.

Menurut Andri, yang patut diapresiasi bukan hanya isi pidato, tetapi juga keputusan presiden menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi nasional di hadapan DPR. Ia menilai langkah tersebut memiliki makna politik dan konstitusional yang kuat.


“Presiden tetap menganggap penting kedudukan DPR sebagai lembaga yang sejajar. Ia menyampaikan gagasan itu tepat pada Hari Kebangkitan Nasional dan di forum sidang paripurna DPR,” ujar Andri kepada RMOL, Kamis 21 Mei 2026.

Mantan Sekjen Jaringan Aktivis Pro Demokrasi itu menjelaskan, selama ini penyampaian pokok kebijakan fiskal dan RAPBN umumnya dilakukan Menteri Keuangan. Namun kali ini, Presiden Prabowo hadir langsung untuk memaparkan visi besar pengelolaan ekonomi nasional.

Andri menilai inti pidato tersebut adalah komitmen menegakkan Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Selama ini Pasal 33 sering hanya menjadi slogan konstitusional tanpa implementasi yang konsisten,” katanya.

Ia juga menyoroti pernyataan Presiden Prabowo terkait rencana menghentikan praktik ekspor komoditas strategis yang dikuasai segelintir pengusaha. Menurutnya, kebijakan pembentukan lembaga berbentuk BUMN untuk mengelola ekspor komoditas seperti batu bara, sawit, dan nikel merupakan terobosan penting.

“Ke depan mungkin akan menyusul emas, tembaga, timah, dan lainnya. Ini kebijakan baru yang menjanjikan,” ujarnya.

Andri menyebut Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar. Karena itu, apabila dikelola secara efektif dan bebas dari kebocoran, manfaatnya diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat secara signifikan.

Ia mengutip pernyataan Presiden Prabowo mengenai potensi kebocoran hingga 150 miliar Dolar AS akibat pengelolaan sumber daya alam yang tidak optimal.

“Jika dikelola dengan baik dan tidak ada kebocoran, rakyat Indonesia bisa menjadi lebih makmur dan sejahtera,” katanya.

Andri berharap rencana pembentukan lembaga pengelola ekspor komoditas strategis dapat dijalankan secara profesional dan transparan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Ia juga berharap Presiden Prabowo tetap konsisten menjalankan agenda reformasi pengelolaan sumber daya alam meski berpotensi menghadapi tantangan dari kelompok yang selama ini menikmati keuntungan besar dari tata niaga komoditas nasional.

“Semoga apa yang disampaikan presiden benar-benar terwujud dan tetap konsisten di masa mendatang,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya