Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Anjlok 2,76 Persen di Sesi I, Mayoritas Saham Terkoreksi

KAMIS, 21 MEI 2026 | 12:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lantai bursa meluncur tajam ke zona merah pada paruh pertama perdagangan Kamis siang 21 Mei 2026. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan sebesar -2,76 persen atau -174,141 basis poin ke level 6.144,359. 

Dibuka pada level 6.318 pagi ini, IHSG bergerak sangat fluktuatif dari batas atas di level 6.378 hingga sempat tersungkur ke batas bawahnya di level 6.134 akibat tekanan jual yang masif.


Kondisi pasar siang ini benar-benar didominasi oleh aksi ambil untung (profit taking). Tercatat sebanyak 601 saham bertumbangan, dan hanya 118 saham yang berhasil menguat, sementara sisanya stagnan. 

Di tengah koreksi massal ini, saham BUMI, BBCA, dan BRPT muncul sebagai tiga saham paling aktif yang mencatatkan nilai transaksi terbesar.

Sentimen negatif ini membuat seluruh indeks sektoral kompak tumbang tanpa pengecualian. 

Sektor bahan baku (IDXBASIC) menjadi yang paling menderita setelah ambles -6,49 persen, disusul erat oleh sektor energi (IDXENERGY) yang anjlok -5,02 persen dan transportasi (IDXTRANS) sebesar -4,69 persen.

Penurunan tajam juga melanda sektor konsumer siklikal (IDXCYCLIC -4,11 persen), industri (DXINDUST -4,02 persen), infrastruktur (IDXINFRA -3,88 persen), dan properti (IDXPROPERT -2,35 persen). 

Sementara itu, beberapa sektor lainnya cenderung bertahan dengan koreksi di bawah dua persen, seperti kesehatan (IDXHEALTH -1,29 persen), keuangan (IDXFINANCE -1,10 persen), konsumer non-siklikal (IDXNONCYC -1,07 persen), dan teknologi (IDXTECHNO -0,93 persen).

Rontoknya pasar modal siang ini otomatis menyeret deretan indeks saham unggulan berkapitalisasi besar. 

Indeks LQ45 tercatat turun -1,56 persen (ke level 620,829), Jakarta Islamic Index (JII) anjlok -4,10 persen (ke level 385,497), IDX30 melemah -1,39 persen (ke level 355,109), dan indeks MNC36 ikut menyusut -1,58 persen (ke level 277,452).

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya