Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

KAMIS, 21 MEI 2026 | 08:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar AS di pasar uang New York melemah dari level tertinggi enam pekan pada akhir perdagangan Rabu 20 Mei 2026, seiring meningkatnya optimisme tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. 

Sentimen ini menekan imbal hasil (yield) US Treasury sekaligus mengurangi daya tarik Dolar AS sebagai aset aman (safe haven).

Pelemahan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyebut negosiasi dengan Iran sudah memasuki tahap akhir, meski tetap memperingatkan risiko serangan lanjutan jika kesepakatan gagal tercapai. Kondisi tersebut memicu aksi ambil untung di pasar valuta asing.


Akibatnya, Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,21 persen ke level 99,10. Pelemahan greenback mendorong penguatan sejumlah mata uang utama dunia. 

Euro naik ke 1,1628 Dolar AS, Poundsterling menguat ke 1,3442 Dolar AS, sementara Dolar Australia melonjak 0,63 persen ke 0,5871 Dolar AS.

Meski terkoreksi dalam jangka pendek, Dolar AS masih ditopang prospek kebijakan moneter ketat The Fed. Risalah rapat Federal Reserve menunjukkan sinyal hawkish, dengan pasar mulai memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Januari mendatang akibat risiko inflasi perang.

Di Asia, Yen Jepang ikut menguat tipis ke level 158,82 per Dolar AS, menjauhi area kritis 160 yang berpotensi memicu intervensi pemerintah Jepang. Pelaku pasar dinilai masih berhati-hati terhadap potensi langkah Bank of Japan di pasar valuta asing.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya