Berita

Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Prof. Amien Rais. (Foto: Istimewa)

Politik

Polri Jadi Warisan Masalah Berat yang Ditinggalkan Jokowi ke Prabowo

KAMIS, 21 MEI 2026 | 02:35 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Institusi Polri merupakan salah satu warisan masalah berat yang ditinggalkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Hal ini disampaikan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Prof. Amien Rais,  melalui kanal YouTube pribadinya, dikutip Kamis 21 Mei 2026.

Amien menilai Polri di era Jokowi telah berubah fungsi dari institusi pengayom masyarakat menjadi alat kekuasaan. 


“Di zaman Jokowi, Polri berubah hakikat karena dijadikan ‘parcok’, partai cokelat, yang bukannya mengabdi pada kepentingan rakyat tetapi mengabdi pada kekuasaan,” kata Amien.

Ia kemudian menyebut kasus Ferdi Sambo dan Konsorsium 303 sebagai bukti paling telak rusaknya moralitas kepolisian. 

Konsorsium tersebut, menurut Amien, bergerak di berbagai bisnis ilegal mulai dari perjudian, prostitusi, penyelundupan suku cadang palsu, penimbunan solar bersubsidi, peredaran minuman keras ilegal, hingga pertambangan ilegal.

Terkait upaya pembenahan, Amien mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang membentuk Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian (KPRK) pada 7 November 2025, yang dipimpin pakar hukum tata negara Prof. Jimly Asshiddiqie beserta sembilan anggota lainnya. Komisi itu telah menghasilkan laporan rekomendasi yang dituangkan dalam 10 buku.

Namun Amien justru mempertanyakan keseriusan tindak lanjutnya. Ia menyindir rekomendasi yang disebutnya “pasti hebat dan ampuh” itu baru akan tuntas pada 2029, tepat saat masa kepresidenan Prabowo berakhir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya