Berita

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Tak Sesuai Keputusan Presiden, DPR Heran Realisasi Bantuan Pangan Ditunda

RABU, 20 MEI 2026 | 21:33 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi IV DPR tidak habis pikir dengan ditunda-tundanya realisasi bantuan beras dan minyak goreng tahun 2026 seiring fenomena meroketnya harga-harga ditengah makin berkecamuknya konflik geopolitik dunia. 

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman mengatakan, penundaan itu terjadi pada penyaluran bantuan untuk 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat pada Februari-Maret 2026, sebagaimana telah diputuskan Presiden Prabowo Subianto. 

"Penyaluran bantuan periode Februari-Maret 2026 ini dimaksudkan Presiden Prabowo untuk meringankan beban jutaan KPM terdaftar, hadapi Ramadhan dan Lebaran. Kini, Ramadhannya usai. Lebarannya finish," ujar Alex kepada wartawan, Rabu 20 Mei 2026.


"Serapan anggaran untuk itu masih nol persen hingga Mei 2026. Ada apa? Rencana yang sudah disusun sedemikian rupa, tak kunjung dieksekusi," ketus politisi PDI Perjuangan itu.

Tak kunjung dieksekusinya rencana penyaluran bantuan beras dan minyak goreng dengan total kebutuhan 664.888 ton beras dan 132,9 juta liter MinyaKita ini, di mata Alex, telah menyalahi tujuan utama didirikannya Bapanas, menjaga stabilitas harga dan distribusi pangan. 

Langkah antisipasi ini ditanyakan Alex, tak lepas belum adanya aksi konkret Bapanas untuk menstabilkan harga pangan saat ini yang sudah melonjak naik di seantero nusantara.

Selain itu, Alex meminta Bapanas mengintensifkan koordinasi dengan Perum Bulog, sebagai lembaga yang diamanahi untuk mendistribusikan bantuan tersebut.

"Bapanas mesti segera menyusun program untuk atasi lonjakan harga Sembako serta teknis penyalurannya bersama Perum Bulog," tuturnya.

"Segera laporkan ke Komisi IV, jika peta jalannya untuk mengatasi lonjakan harga pangan telah selesai disusun," tegas Alex.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya