Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen dalam RAPBN 2027

RABU, 20 MEI 2026 | 20:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah mulai mematangkan arah kebijakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 dengan memasang target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen. 

Arah kebijakan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memaparkan kerangka ekonomi dalam rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. 

Prabowo menegaskan bahwa APBN bukan sekadar dokumen fiskal tahunan, melainkan instrumen strategis negara dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.


Ia menekankan bahwa setiap kebijakan anggaran yang disusun pemerintah merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional untuk melindungi rakyat dan memajukan kesejahteraan nasional.

“Saya telah disumpah di hadapan rakyat, tugas saya untuk menjalankan UUD 1945, saya bertanggung jawab untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Bertanggung jawab untuk memajukan kesejahteraan,” ujar Prabowo.

Lebih jauh, Prabowo menyebut APBN sebagai alat perjuangan negara yang harus mampu menerjemahkan amanat konstitusi ke dalam kebijakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

“APBN adalah wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, alat untuk memperkokoh dasar dan sendi ekonomi bangsa. Alat untuk memastikan setiap warga negara bisa hidup lebih sejahtera, dan menjadi alat menjadi pedoman kita ke depan,” kata dia.

Postur APBN 2027


1. Pendapatan negara: 11,82-12,40 persen PDB
2. Belanja negara: 13,62-14,80 persen PDB
3. Defisit anggaran: 1,80-2,40 persen PDB

Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027

1. Pertumbuhan ekonomi: 5,8-6,5 persen
2. Inflasi: 1,5-3,5 persen
3. Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5-7,3 persen
4. Nilai tukar rupiah: Rp16.800-17.500 per dolar AS
5. Harga minyak mentah Indonesia (ICP): 70-95 dolar AS per barel
6. Lifting minyak mentah: 602-615 ribu barel per hari (RBPH)
7. Lifting gas bumi: 934-977 ribu barel setara minyak per hari (RBSMPH)

Target Pembangunan 2027


1. Tingkat kemiskinan: turun menjadi 6,0-6,5 persen
2. Pengangguran terbuka: 4,3-4,87 persen
3. Rasio Gini: 0,362-0,367
5. Indeks modal manusia: 0,575
6. Indeks kesejahteraan petani: 0,8038
7. Proporsi penciptaan lapangan kerja formal: 40,81 persen.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya