Berita

Ilustrasi layanan kesehatan gratis. (Foto: artificial intelligence)

Kesehatan

Cek Kesehatan Gratis Bisa Diakses Tanpa Tunggu Ulang Tahun

RABU, 20 MEI 2026 | 13:47 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini dibuat lebih fleksibel dan tidak lagi wajib dikaitkan dengan momentum hari ulang tahun masyarakat.

Langkah ini diambil agar masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan pemeriksaan kesehatan tanpa terbentur kendala waktu.

“Persoalan skrining CKG yang kami ketahui sekarang tidak terikat kepada hari ulang tahun. Jadi ini kapan saja bisa,” kata Kepala Bakom RI, M Qodari dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 20 Mei 2026.
 

 
Fleksibilitas ini krusial agar penanganan kesehatan masyarakat bisa digenjot lebih cepat tanpa penundaan. Melalui skema baru ini, masyarakat yang terindikasi memiliki penyakit bisa langsung mendapatkan tindak lanjut medis.

“Yang kedua, hasil skrining langsung ditindaklanjuti. Jadi tidak harus menunggu tahun depan atau giliran tahun depan. Terlalu lama nanti kalau tahun depan baru ditangani jika ada masalah,” jelasnya.

Perubahan pendekatan ini diharapkan mampu mendongkrak partisipasi publik. Pemerintah ingin pemeriksaan kesehatan tidak lagi dianggap sebagai agenda seremonial atau insidental, melainkan kebutuhan rutin yang ramah akses.

Senada dengan itu, Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni menegaskan, strategi pelaksanaan program CKG saat ini tengah diperluas agar lebih adaptif di lapangan. Target sasaran pun dipatok tinggi.

“Kita harus mencapai target yang memang sudah kita setting. Seperti contoh 132 juta tahun ini. Kita tidak hanya terpaku dengan ulang tahunnya saja, tetapi penjangkauan kepada target tersebut,” ungkap Andi.

Andi menambahkan, pelonggaran aturan ini sengaja dilakukan demi menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini abai atau belum rutin melakukan cek kesehatan berkala.

Apalagi, perluasan akses CKG memegang peran vital dalam mendeteksi dini penyakit tidak menular (PTM) yang trennya terus melonjak beberapa tahun terakhir, seperti hipertensi, diabetes, hingga kolesterol tinggi.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap masyarakat bisa lebih aktif menjaga kesehatan secara mandiri. Deteksi dini yang masif dinilai bakal memperkuat benteng sistem kesehatan nasional berbasis promotif dan preventif di masa depan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya