Berita

Ilustrasi (Istimewa)

Bisnis

Pakar: Pelemahan Rupiah Bukan Cuma Masalah Teknis Ekonomi

RABU, 20 MEI 2026 | 10:08 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Nilai tukar Rupiah yang semakin lemah dengan kurs terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) mencapai di atas Rp17.000, dianggap bukan sekadar permasalahan teknis ekonomi.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Prof. Didik J. Rachbini menjelaskan, nilai tukar Rupiah menjadi begitu lemah pada saat ini, bahkan dinyatakan sudah “undervalue”. 

"Kita perlu mencari tahu sebab-sebab mengapa pasar tidak lagi berpihak kepada kita, sehingga nilai tukar (Rupiah) terus menurun," ujar dia kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Rabu, 20 Mei 2026.


Menurut Prof. Didik, berkaca dari pengalaman pasca Reformasi 1998, Indonesia sempat mengalami krisis keuangan, karena nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS naik 3 kali lipat.

Dari pengalaman itu, Rektor Universitas Paramadina itu meyakini persoalan lemahnya Rupiah terhadap Dolar AS bukan semata-mata karena teknis ekonomi, tetapi ada irisannya dengan praktis politik.

"Ini masalah ekonomi politik, tidak sekedar teknis ekonomi, yang menjadi penyebabnya. Tetapi kita punya best practice bagaimana krisis ekonomi dan politik pada tahun 1998 perlahan bisa dipulihkan," urainya.

"Pengalaman Presiden Habibie, dalam waktu singkat bisa menurunkan nilai tukar Rupiah dari Rp16.800  per Dolar AS menjadi Rp6.500 per Dolar bisa dijadikan acuan untuk membuat kebijakan yang komprehansif," demikian Prof. Didik menambahkan.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya