Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Indeks Dolar AS Perkasa di Posisi 99,30, Euro dan Yen Jepang Makin Tertekan

RABU, 20 MEI 2026 | 09:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Nilai tukar Dolar AS di pasar uang New York melesat tajam pada akhir perdagangan Selasa 19 Mei 2026 waktu setempat.

Indeks Dolar (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama dunia, melompat 0,34 persen ke posisi 99,30. 

Lonjakan ini sekaligus membawa mata uang Paman Sam tersebut menyentuh level tertinggi dalam enam pekan terakhir terhadap Euro, didorong oleh kombinasi memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah serta prospek kebijakan moneter agresif dari Federal Reserve (The Fed).


Ketidakpastian global kembali mencuat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan opsi serangan militer terhadap Iran tetap terbuka, menyusul ancaman penutupan Selat Hormuz yang sempat mengerek harga minyak. 

Situasi ini otomatis memicu investor memborong Dolar AS sebagai aset penyelamat (safe-haven). Di saat yang sama, pasar bersiap menghadapi sikap yang lebih ketat (hawkish) dari Chairman baru The Fed, Kevin Warsh, guna meredam inflasi akibat lonjakan biaya energi. 

Ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember nanti kini naik ke angka 50 persen, memperlebar jarak kebijakan moneter AS dengan bank sentral Eropa dan Inggris yang dinilai tidak akan se-agresif The Fed.

Akibat keperkasaan greenback, Euro melemah 0,41 persen ke posisi 1,1607 Dolar AS karena sensitifnya kawasan tersebut terhadap biaya impor energi. 

Sementara itu, Poundsterling turun 0,25 persen menjadi 1,3399 Dolar AS dan Yen Jepang melorot 0,13 persen ke level 159 per Dolar AS. 

Posisi Yen yang kian terpuruk ini mendekati zona kritis, memicu Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, untuk memberikan peringatan bahwa pemerintah siap mengambil langkah tegas intervensi pasar guna menahan volatilitas nilai tukar yang berlebihan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya