Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Merah Terdampak Pasar AS

RABU, 20 MEI 2026 | 08:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, setelah investor kembali khawatir terhadap kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) dan memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Dikutip dari CNBC International, hampir seluruh indeks utama bergerak di zona merah. Bursa Jepang menjadi salah satu yang paling tertekan, dengan indeks Nikkei 225 turun 0,88 persen, sementara indeks Topix melemah 0,75 persen. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar global dan kenaikan biaya pinjaman.

Pasar saham Korea Selatan juga ikut terkoreksi. Indeks Kospi turun 0,52 persen, sedangkan indeks saham teknologi dan perusahaan kecil Kosdaq merosot lebih dalam hingga 2,15 persen.


Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melemah sekitar 0,5 persen akibat tekanan pada sektor tambang dan keuangan. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong menunjukkan pembukaan yang lebih rendah dibanding posisi penutupan sebelumnya, menandakan sentimen investor masih cenderung negatif.

Tekanan di pasar Asia dipicu oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS, terutama tenor 30 tahun yang sempat menyentuh level tertinggi sejak 2007. Investor terus melepas obligasi karena khawatir inflasi kembali meningkat, sehingga mendorong kenaikan imbal hasil.

Kenaikan imbal hasil obligasi biasanya membuat investor mengurangi minat terhadap aset berisiko seperti saham. Kondisi ini juga memicu kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Selain faktor obligasi, pelaku pasar juga mencermati perkembangan hubungan AS dan Iran. Ketegangan geopolitik berpotensi mengganggu pasokan energi dunia dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan.

Sentimen pasar memburuk setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dirinya sempat “hanya satu jam lagi” dari keputusan menyerang Iran sebelum akhirnya menunda rencana tersebut selama beberapa hari.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya