Berita

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Pertahanan

Jenderal Maruli Ogah Sebut Penyandang Dana Film Dokumenter 'Pesta Babi'

SELASA, 19 MEI 2026 | 16:33 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mempertanyakan sumber pendanaan film dokumenter Pesta Babi yang mengangkat isu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan.

Menurut Maruli, proses produksi film tersebut membutuhkan biaya besar, mulai dari perjalanan hingga pengambilan gambar di Papua.

“Duitnya dari mana? Coba pikir aja. Ya kan? Sampai datang ke sana, bikin video, terbang sini, terbang sana. Orang berduit lah,” kata Maruli kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.


Meski melontarkan pertanyaan soal pendanaan, Maruli enggan menyebut pihak tertentu yang diduga berada di balik produksi film tersebut.

“Anda yang bilang ada yang mendanai lho, bukan saya,” ujarnya saat ditanya wartawan lebih lanjut.

Film dokumenter Pesta Babi sendiri belakangan menjadi sorotan karena mengangkat kritik terhadap proyek strategis nasional di Papua Selatan.

Menanggapi isi film tersebut, Maruli menegaskan TNI selama ini justru hadir membantu masyarakat Papua, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan fasilitas dasar.

“Itu masyarakat di sana ada yang tidak punya air bersih, ada juga tidak sekolah. Ya, kami justru banyak hadir ke sana, banyak membantu mereka,” tuturnya.

Maruli juga menanggapi soal pembubaran sejumlah agenda nonton bareng film tersebut di beberapa daerah. Ia memastikan tidak ada instruksi khusus dari pimpinan TNI untuk melakukan pembubaran.

Menurutnya, langkah itu lebih banyak dilakukan pemerintah daerah demi menjaga situasi tetap kondusif.

“Pemda punya koordinasi, mereka kan berkewenangan untuk mengamankan wilayahnya,” jelasnya.

Ia juga menyinggung soal isi film yang menurutnya belum tentu sepenuhnya benar.

“Karena tingkat kebenarannya dari film itu juga kan belum tentu benar,” tutup Maruli.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya