Dosen lintas kampus. (Foto: Dokumnetasi Konfederasi ASPEK Indonesia)
Sejumlah dosen dan pekerja kampus dari berbagai perguruan tinggi menginisiasi pembentukan serikat pekerja kampus guna memperjuangkan perlindungan kerja, kesejahteraan, hingga pengembangan karir akademik.
Inisiatif tersebut melibatkan dosen PNS, dosen non-PNS, dosen luar biasa (DLB), tenaga kependidikan, hingga pekerja perusahaan milik kampus.
Kegiatan inisiasi diisi jajaran Konfederasi ASPEK Indonesia, yakni President Muhamad Rusdi, Vice President Alfasah Saepuloh, dan Direktur Lembaga Kajian Abdurrahman Hakim.
Mereka menyoroti pentingnya ekosistem kerja kampus yang sehat dan kolaboratif, termasuk penguatan jejaring lintas disiplin untuk penelitian, pengabdian masyarakat, dan inovasi bersama.
Muhamad Rusdi mengatakan pekerja kampus membutuhkan ruang bersama untuk memperkuat solidaritas dan pengembangan profesional.
“Kampus membutuhkan ekosistem kerja yang sehat dan kolaboratif. Serikat pekerja dapat menjadi ruang untuk saling menguatkan, memperluas jejaring, dan memastikan seluruh pekerja kampus memperoleh perlindungan kerja yang layak,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa, 19 Mei 2026.
Selain perlindungan kerja, serikat pekerja juga diharapkan dapat mendampingi dosen dalam pemenuhan jabatan fungsional dan pengembangan karir akademik, mulai dari publikasi ilmiah hingga penguatan jejaring riset.
Salah satu penggagas dari Universitas Brawijaya, Khoirul Umam Hasby, menilai kolaborasi lintas kampus perlu diperkuat.
“Selama ini banyak dosen dan pekerja kampus menghadapi tantangan pengembangan karir secara sendiri-sendiri. Melalui wadah bersama ini, kami ingin membangun kolaborasi yang lebih terbuka, saling mendukung, dan berdampak bagi penguatan pendidikan tinggi,” jelasnya.
Para penggagas juga menyoroti perlindungan kerja bagi pekerja non-PNS dan tenaga pendukung kampus yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam dunia pendidikan tinggi.
Selain membangun jejaring nasional, serikat pekerja kampus juga diarahkan menjalin kerja sama dengan dunia industri dan organisasi internasional seperti UNI Global Union untuk memperkuat advokasi dan pengembangan kapasitas pekerja kampus.
Inisiatif ini digagas dosen dan pekerja dari sejumlah kampus, di antaranya Universitas Brawijaya, Universitas Merdeka Malang, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.