Berita

Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa. (Foto: Dok pribadi)

Politik

Optimisme Pemerintah Jangan Sekadar Lip Service

SELASA, 19 MEI 2026 | 15:50 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Optimisme pemerintah terhadap kondisi ekonomi Indonesia dinilai wajar, namun perlu diiringi dengan upaya agar keyakinan tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal ini merujuk pada optimisme pemerintah terkait kondisi ekonomi saat ini, terutama saat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim ekonomi Indonesia masih bagus sehingga masyarakat tak perlu khawatir.

Menurut Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa, pernyataan optimisme dari pemerintah di tengah tekanan ekonomi menang diperlukan. Namun, ia menekankan bahwa optimisme tersebut tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk narasi di saat media bertanya saja.


“Pemerintah tentu boleh optimis, bahkan memang harus optimis. Tapi optimisme itu jangan hanya sekadar 'lip service' saja ke masyarakat, namun juga berdampak," ujar Hensa, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menilai, saat ini terdapat jarak antara apa yang disampaikan pemerintah dengan apa yang dirasakan masyarakat sehari-hari, terutama terkait daya beli dan tekanan ekonomi.

“Masalahnya, masyarakat belum ikut merasa optimis, kalau di atas bilang semuanya baik-baik saja, tapi di bawah harga naik dan rupiah melemah, pada akhirnya jadi wajar kalau publik bertanya-tanya,” katanya.

Hensa juga menyinggung gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai konsisten menunjukkan sikap nasionalisme dan optimisme terhadap kondisi Indonesia.

Namun demikian, menurut dia, sikap tersebut perlu diterjemahkan menjadi kebijakan yang lebih terasa langsung, terutama terhadap masyarakat kelas menengah.

“Pak Prabowo itu jelas nasionalis dan optimis, tapi optimisme itu harus diturunkan jadi sesuatu yang bisa dirasakan. Jangan sampai optimisme hanya jadi semacam slogan yang indah didengar, tapi enggak bisa dirasakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hensa menyebut komunikasi pemerintah ke depan perlu lebih empatik dan berbasis realita yang dirasakan masyarakat.

“Kalau pemerintah ingin publik percaya, jangan hanya bilang ‘semua terkendali’. Tunjukkan apa yang membuat kita bisa percaya bahwa semuanya memang terkendali. Karena kepercayaan publik itu bukan diminta, tapi dibangun,” kata dia.

Ia pun mengingatkan bahwa dalam situasi ekonomi saat ini, kejujuran dan transparansi justru menjadi kunci untuk menjaga legitimasi pemerintah di mata masyarakat.

“Optimisme itu penting, tapi jangan sampai terasa seperti menenangkan diri sendiri. Publik butuh alasan untuk optimis, bukan sekadar ajakan,” pungkas Hensa.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya