Berita

Jurnalis Republika Bambang Noroyono. (Foto: Instagram republikaonline)

Politik

PBB Harus Turun Tangan Bebaskan WNI yang Disandera Israel

SELASA, 19 MEI 2026 | 12:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tindakan militer Israel yang menangkap empat warga negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai jurnalis yakni Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho jurnalis Tempo TV, dan Rahendro Heru Bowo, jurnalis inews, dalam pelayaran misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina, dikecam Anggota Komisi I DPR RI, Taufiq R. Abdullah.

Keempat jurnalis tersebut tergabung dalam pelayaran Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menuju Gaza bersama peserta misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2026. Selain empat jurnalis, terdapat warga negara Indonesia (WNI) lainnya yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.

“Tentu semua orang akan mengecam keras tindakan Israel yang menculik jurnalis dan WNI yang sedang menjalankan misi kemanusiaan. Israel selalu membuat masalah dan melanggar hukum internasional. Tidak ada aturan hukum bagi Israel, karena semua aturan dilanggar,” kata Taufiq, Selasa, 19 Mei 2026.


Taufiq menegaskan, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai sedang menjalankan tugas mulia sebagai jurnalis yang mengawal misi kemanusiaan untuk rakyat Gaza. Menurut dia, keberanian keduanya patut diapresiasi karena menjalankan tugas dalam situasi yang penuh risiko.

“Mereka adalah putra terbaik bangsa yang berani menjalankan misi yang sangat berbahaya demi kemanusiaan dan menyuarakan penderitaan rakyat Palestina,” ujarnya.

Taufiq juga mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan segala upaya diplomatik guna membebaskan dua jurnalis Republika dan tujuh WNI yang saat ini berada dalam penahanan Israel.

“Pemerintah harus melakukan segala upaya untuk membebaskan dua jurnalis dan WNI dari tangan Israel. Salah satunya dengan meminta PBB mendesak Israel agar segera membebaskan mereka,” katanya.

Meski aksi penangkapan terhadap aktivis kemanusiaan yang membawa bantuan ke Gaza telah berulang kali dilakukan Israel, Taufiq menegaskan dukungannya terhadap misi kemanusiaan untuk rakyat Palestina.

Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap misi kemanusiaan dilakukan dengan penuh kehati-hatian serta melalui koordinasi yang matang dengan berbagai pihak internasional demi keselamatan seluruh peserta.

“Semangat kemanusiaan untuk membantu rakyat Gaza tidak boleh padam. Tetapi pelaksanaannya harus dilakukan secara hati-hati dan dengan koordinasi yang baik,” tutup Taufiq.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya