Berita

Eks asisten rumah tangga (ART) Erin, Herawati (kanan) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin, 18 Mei 2026. (Foto: YouTube TV Parlemen)

Politik

Mantan ART Lapor ke DPR Pernah Dipukul Erin hingga Kepala Ditendang

SENIN, 18 MEI 2026 | 19:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mantan asisten rumah tangga (ART) Rien Wartia alias Erin, Herawati mengungkap dugaan kekerasan yang dialaminya dari sang majikan saat rapat bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin, 18 Mei 2026.

Herawati mengaku peristiwa itu terjadi pada 28 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB ketika dirinya sedang membersihkan sofa di lantai dua rumah majikannya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Menurut Herawati, Erin marah karena hordeng kamar anak belum dibuka dan pintu kamar mandi tidak ditutup.


“Dia bilang, ‘Kamu nih tolol, kamu nih bego, kamu kerja nggak pakai otak’,” ujar Herawati di hadapan anggota Komisi III DPR RI.

Setelah itu, Hera mengaku dipukul menggunakan sapu lidi oleh majikannya yang juga mantan Andre Taulany itu.

“Dipukul kepala saya bagian belakang satu kali. Habis itu beliau maki-maki lagi, terus mukul lagi yang kedua kali,” ungkapnya.

Herawati mengaku sempat meminta agar tidak diperlakukan kasar. Namun, Erin disebut kembali melontarkan hinaan.

“Kata dia, ‘Ini rumah mewah, bukan rumah kamu, rumah gembel’,” tutur dia.

Merasa tidak nyaman, Hera kemudian mencoba menghubungi yayasan penyalur tenaga kerja untuk meminta dijemput. Dia juga memotret sapu yang disebut digunakan untuk memukul dirinya.

Tak lama kemudian, Hera mengaku kembali mengalami kekerasan saat dipanggil turun ke lantai bawah.

“Ibu Erin nendang kepala saya sampai saya terjengkang,” ucapnya.

Selanjutnya, Herawati juga mengaku sempat meminta izin pulang, tetapi ditolak karena belum ada pengganti.

Ponsel miliknya disebut sempat dirampas dan dibanting lantai karena dianggap mengadu kepada pihak yayasan. Namun Hera tetap berhasil menghubungi penyalur melalui bantuan rekan sesama ART.

Saat pihak yayasan datang menjemput pada malam hari, Erin disebut menolak menemui mereka dan meminta satpam mengusir rombongan tersebut.

“Katanya kalau mau ketemu harus bawa polisi karena dia (Erin) temannya pejabat dan polisi,” ujar Hera.

Pihak yayasan kemudian meminta pendampingan polisi dari Polsek Pesanggrahan. Namun Hera mengaku kembali mendapat kekerasan saat polisi datang.

"Dia mukul kepala saya pakai tangan, terus narik baju saya dan mencekik saya sambil bilang jangan teriak,” bebernya.

Herawati akhirnya berhasil keluar dari rumah tersebut dalam kondisi panik.

“Saya lari enggak pakai sandal, enggak mikirin HP, enggak mikirin gaji. Yang penting saya selamat,” demikian Herawati.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya