Berita

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Didesak Mundur Imbas Rupiah Melemah, Gubernur BI: Yakin Stabil

SENIN, 18 MEI 2026 | 18:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo merespons singkat desakan mundur yang dialamatkan kepadanya di tengah tekanan berat terhadap nilai tukar rupiah. 

Usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 16 Mei 2026, Perry memilih menunjukkan keyakinan bahwa situasi moneter nasional tetap berada dalam kendali.

"Yakin (rupiah) stabil," ujarnya singkat sebelum masuk ke dalam mobil. 


Rupiah berada di level Rp17.669 per dolar AS dan Rp20.547 per euro pada Senin pagi, menandai tekanan serius terhadap stabilitas mata uang nasional.

Anggota Komisi XI DPR Primus Yustisio secara terbuka meminta Perry menunjukkan sikap kesatria dengan mundur dari jabatannya. 

Menurut Primus, pelemahan rupiah yang terjadi secara konsisten telah menjadi alarm atas menurunnya kredibilitas kebijakan BI dalam menjaga kepercayaan pasar.

“Pak Perry yang saya hormati, kadang kalau kita mengambil tindakan gentleman ini bukan penghinaan. Mungkin sekarang saatnya anda mengundurkan diri,” tutur Primus dalam rapat kerja bersama BI hari ini.

Primus menilai kondisi ekonomi domestik sedang berada dalam situasi janggal. Di satu sisi pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen, namun di sisi lain nilai tukar rupiah justru terperosok. 

Ia menegaskan BI tidak boleh menutup mata terhadap realitas tersebut karena pelemahan mata uang yang berkepanjangan berpotensi menggerus kepercayaan publik.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya