Berita

Ilustrasi (Netzme Pay)

Bisnis

Pelaku UMKM Kini Bisa Belajar Atur Duit Lewat Game "Gang Dagang"

SENIN, 18 MEI 2026 | 15:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bagi sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), urusan mencatat keuangan, menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), hingga memisahkan dompet pribadi dan modal usaha sering kali jadi urusan yang bikin pusing kepala. 

Padahal, sektor ini menyumbang lebih dari 60% PDB nasional. Menjawab tantangan tersebut, sebuah pendekatan segar berbasis gamifikasi resmi diperkenalkan di Balai Kota DKI Jakarta melalui program bernama "Gang Dagang".

Program ini merupakan kolaborasi antara penyedia jasa pembayaran Netzme dengan platform teknologi pendidikan Ruangguru. Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia DKI Jakarta.


Alih-alih menggunakan metode seminar konvensional yang cenderung membosankan, Gang Dagang mengemas edukasi literasi keuangan dan digital menjadi sebuah simulasi bisnis yang interaktif. Di sini, para pelaku usaha ditantang layaknya sedang bermain game, namun dengan strategi yang bisa langsung diterapkan pada bisnis nyata mereka.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menyampaikan bahwa langkah ini sangat sejalan dengan visi daerah dalam mendorong digitalisasi.

"Kami menyambut baik program ini, sejalan dengan semangat Jakpreneur dan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong transformasi digital serta meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Sebagai pusat ekonomi dan transformasi digital nasional, DKI Jakarta dinilai menjadi lokasi strategis untuk peluncuran cohort pertama program Gang Dagang," ujar Suharini, dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Senin 18 Mei 2026.

Pada angkatan (cohort) pertamanya, ada 50 pelaku UMKM terpilih yang akan mengikuti program intensif selama lima bulan. Selama program berjalan, pengalaman bermain mereka akan diperkuat melalui enrichment class yang dipandu oleh Ruangguru.

Uniknya, program ini tidak berhenti di dalam kelas. Setiap dua minggu sekali, para peserta akan ditantang dalam Sales Race, sebuah kompetisi nyata untuk meningkatkan transaksi menggunakan ekosistem digital Netzme, seperti QRIS Soundbox dan Kasir Digital. Progres mereka pun akan terpampang di papan peringkat (leaderboard) untuk memacu semangat kompetisi yang sehat.

CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky G. Saputra, menegaskan bahwa infrastruktur digital yang canggih tidak akan berdampak maksimal jika tidak dibarengi dengan pemahaman penggunanya.

"Kami percaya bahwa infrastruktur pembayaran digital saja tidak cukup. UMKM Indonesia membutuhkan literasi yang menyertainya. Gang Dagang adalah bentuk komitmen kami untuk membangun ekosistem yang tidak hanya menyediakan akses, tetapi juga meningkatkan kapabilitas pelaku usaha agar tidak sekadar bertransaksi digital, tetapi juga mampu bertumbuh dari transaksi tersebut," jelas Vicky.

Di sisi lain, materi pembelajaran dalam Gang Dagang tidak dibuat sembarangan. Ruangguru menyusun kurikulum berbasis riset dan jurnal akademik yang menyasar lima pilar krusial UMKM:

1. Manajemen keuangan dasar
2. Pencatatan keuangan harian
3. Perhitungan keuntungan dan HPP
4. Pengelolaan utang serta dana darurat
5. Akses permodalan dan keuangan digital

Chief of Corporate Strategy & Financial Officer Ruangguru, Arman Wiratmoko, menekankan mengapa metode bermain sambil belajar ini sangat efektif untuk para pelaku usaha yang sibuk.

"Gamifikasi terbukti meningkatkan engagement dan retensi pengetahuan, terutama bagi pelaku UMKM yang sibuk. Kami berharap game Gang Dagang ini menjadi bekal nyata bagi keseharian bisnis para UMKM dan juga memberikan nilai tambah yang nyata bagi kita semua," kata Arman.

Kabar baiknya, keseruan simulasi bisnis ini tidak hanya terbatas bagi 50 peserta terpilih. Masyarakat umum yang ingin mengasah kemampuan literasi keuangannya juga bisa mengakses permainan ini secara gratis melalui situs gangdagang.id.

Apresiasi terhadap inovasi ini juga datang dari pihak regulator. Pelaksana Tugas (Plt). Kepala Divisi Perizinan dan Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI Kantor Perwakilan DKI Jakarta, Roes Dina Martha, berharap kolaborasi lintas sektor ini bisa terus berlanjut.

"Ke depan, kami berharap inisiatif semacam ini dapat bersinergi antara pihak swasta, pemerintah, otoritas, terus berlanjut dan dapat berkontribusi dalam mengakselerasi digitalisasi UMKM, penguasaan ekosistem pembayaran, serta penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing," ungkap Roes.

Sebagai pemanis di papan peringkat nasional, para pengguna dengan performa terbaik di situs Gang Dagang nantinya berkesempatan mendapatkan berbagai insentif menarik. Salah satunya adalah kesempatan belajar langsung ke negara-negara tetangga yang sudah mengadopsi sistem QRIS Antarnegara, memberikan mereka perspektif baru tentang bagaimana ekosistem pembayaran digital global bekerja.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya