Berita

Presiden AS Donald Trump (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Times Now)

Dunia

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

SENIN, 11 MEI 2026 | 07:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Iran akhirnya menyampaikan tanggapan resmi terhadap proposal Amerika Serikat (AS) terkait upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah. Namun, Presiden AS Donald Trump langsung menilai respons tersebut tidak dapat diterima.

Menurut laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, jawaban Teheran dikirim melalui Pakistan yang bertindak sebagai mediator. Proposal tahap awal negosiasi disebut berfokus pada penghentian permusuhan serta menjamin keamanan pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Seorang sumber resmi Iran kepada Al Jazeera menyebut respons Teheran juga mencakup pembahasan mengenai Selat Hormuz, program nuklir Iran, hingga pencabutan sanksi ekonomi dari AS.


“Respons kami berfokus pada mengakhiri perang di seluruh wilayah, terutama di Lebanon, dan menyelesaikan perbedaan dengan Washington,” ujar sumber tersebut, dikutip Senin, 11 Mei 2026.

Iran menilai respons yang diberikan bersifat “realistis dan positif”. Teheran juga menyatakan proses negosiasi dapat bergerak lebih cepat apabila Washington memberikan tanggapan yang serupa.

Meski demikian, Trump merespons keras melalui unggahan di Truth Social. Ia menuding Iran selama puluhan tahun telah mempermainkan AS dan dunia internasional.

“Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut ‘perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya — sama sekali tidak dapat diterima!” tulis Trump.

Pernyataan itu menjadi komentar pertama Trump setelah muncul laporan bahwa Iran telah mengirim jawaban resmi atas proposal damai dari Washington.

Sebelumnya, AS dikabarkan mengajukan proposal berisi 14 poin kepada Teheran. Dalam proposal tersebut, Iran diminta menghentikan pengembangan senjata nuklir, menghentikan pengayaan uranium selama minimal 12 tahun, serta menyerahkan sekitar 440 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen.

Sebagai imbalannya, AS disebut menawarkan pencabutan sanksi secara bertahap, pelepasan aset Iran bernilai miliaran dolar yang selama ini dibekukan, serta penghentian blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dalam sepekan terakhir, ketegangan antara AS dan Iran di Selat Hormuz terus meningkat. Meski begitu, kedua negara belum menyatakan bahwa gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April telah berakhir.

AS diketahui mulai menerapkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran sejak 13 April. Trump mengklaim langkah tersebut telah menyebabkan Iran mengalami kerugian ekonomi besar setiap hari.

Namun, sejumlah analis menilai Iran masih memiliki kemampuan ekonomi dan politik untuk bertahan menghadapi tekanan tersebut.

Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama gencatan senjata, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan perdamaian penuh hanya dapat tercapai apabila blokade laut AS dihentikan.

Sebagai respons atas langkah Washington, Iran menutup Selat Hormuz bagi kapal asing dan sempat menahan sejumlah kapal berbendera luar negeri.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya