Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

JUMAT, 08 MEI 2026 | 10:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Coinbase kembali mencatat kerugian kuartalan untuk dua periode berturut-turut pada awal 2026. Pelemahan pasar kripto, turunnya volume perdagangan, hingga ketidakpastian ekonomi global menjadi penyebab utama kinerja perusahaan memburuk.

Dikutip dari Reuters, Jumat 8 Mei 2026, bursa kripto terbesar di Amerika Serikat (AS) itu melaporkan rugi bersih sebesar 394,1 juta Dolar AS (sekitar Rp6,8 Triliun) atau 1,49 Dolar AS per saham pada kuartal pertama 2026. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, Coinbase masih membukukan laba 65,6 juta Dolar AS atau 24 sen per saham.

Hasil ini jauh di bawah ekspektasi analis yang sebelumnya memperkirakan Coinbase masih mampu mencetak laba 27 sen per saham.


Pendapatan total Coinbase juga turun tajam menjadi 1,43 miliar Dolar AS, dari sebelumnya 2,03 miliar dolar AS pada tahun lalu. Pendapatan dari transaksi perdagangan kripto anjlok sekitar 40 persen menjadi 756 juta Dolar AS.

Sementara itu, pendapatan dari bisnis langganan dan layanan lain di luar perdagangan kripto turun 13,5 persen menjadi 583,5 juta Dolar AS.

Setelah laporan keuangan dirilis, saham Coinbase turun sekitar 5 persen dalam perdagangan setelah jam bursa. Secara keseluruhan sepanjang 2026, saham perusahaan sudah melemah hampir 15 persen.

Lesunya pasar kripto terjadi setelah reli besar pada Oktober tahun lalu mulai kehilangan tenaga. Kondisi keuangan global yang lebih ketat, ketidakpastian ekonomi, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat investor mengurangi aset berisiko seperti kripto.

Kepala Keuangan Coinbase, Alesia Haas, mengatakan kondisi pasar memang sedang berat bagi industri aset digital.

“Kondisi makro benar-benar sulit. Kapitalisasi pasar kripto total dan volume perdagangan kripto total keduanya turun lebih dari 20 persen dibandingkan kuartal sebelumnya,” kata Haas dalam konferensi pendapatan perusahaan.

Coinbase juga mulai melakukan penghematan besar-besaran. Awal pekan ini, perusahaan memangkas sekitar 700 karyawan atau sekitar 14 persen dari total tenaga kerja globalnya.

CEO Coinbase, Brian Armstrong, mengatakan langkah efisiensi diperlukan agar perusahaan bisa bertahan dan lebih siap menghadapi siklus kripto berikutnya.

Menurut analis, pemutusan hubungan kerja tersebut mencerminkan melemahnya performa saham Coinbase dan penurunan volume perdagangan aset digital.

Tidak hanya Coinbase, platform perdagangan lain seperti Robinhood, juga mengalami tekanan akibat aktivitas perdagangan kripto yang melambat.

Di sisi regulasi, Coinbase masih menaruh harapan besar pada pembahasan Clarity Act di Amerika Serikat. Aturan tersebut dirancang untuk memberikan kepastian hukum bagi industri aset digital dan memperjelas pengawasan regulator terhadap pasar kripto.

Chief Legal Officer Coinbase, Paul Grewal, optimistis rancangan undang-undang itu bisa disahkan sebelum akhir musim panas tahun ini.

“Kami yakin akan melihat regulasi yang resmi ditandatangani pada akhir musim panas,” ujar Grewal.

Jika aturan tersebut disahkan, industri kripto AS diperkirakan mendapat kepastian hukum yang selama ini dinilai masih abu-abu oleh pelaku pasar dan investor.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya