Berita

Anggota Komisi XI DPR Sihar Sitorus. (Foto: Dok. Fraksi PDIP)

Politik

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

LAPORAN: NARENDRA WICAKSONO*
KAMIS, 07 MEI 2026 | 21:04 WIB

Komisi IX DPR meminta agar di setiap puskesmas memiliki setidaknya memiliki satu orang psikolog.

Anggota Komisi IX DPR Sihar Sitorus, menjelaskan bahwa usulan itu muncul mengingat persoalan kesehatan mental di Indonesia sudah menjadi krisis yang dampaknya menimpa semua lapisan masyarakat. 

"19 juta lebih jumlah penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun, mengalami gangguan mental emosional," kata Sihar kepada wartawan di Jakarta, Kamis 7 Mei 2026.


Dia menyoroti kebijakan yang abai terhadap kesehatan jiwa bukan kebijakan netral. Menurutnya, hal itu bisa meninggalkan luka yang menumpuk tiap tahunnya dan tersaji dalam angka. 

Sementara, sambungnya, 12 juta lainnya dari penduduk Indonesia mengalami depresi. Dari angka tersebut, orang yang menanggung beban gangguan mental itu bukan gagal sendiri. 

"Artinya. Mereka tumbuh dengan sistem yang tidak menyiapkan layanan," tutur Sihar.

Sihar menegaskan, angka 19 juta lebih itu adalah warisan masa lalu. Hal tersebut menjadi hal mengkhawatirkan untuk generasi muda saat ini. 

Namun yang memperburuk adalah betapa sempitnya akses penanganan. Kata Legislator PDIP itu, hanya 2,6 persen remaja dengan masalah kesehatan mental yang mengakses layanan konseling atau fasilitas kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. 

"Artinya, dari belasan juta remaja yang membutuhkan pertolongan, hampir semuanya tidak terjangkau sistem," tuturnya.

Masih kata Sihar, saat ini terdapat lebih dari 10.292 puskesmas yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Sehingga, menerapkan satu orang psikolog di puskesmas bukan hal mustahil/

"Program 1 Puskesmas 1 Psikolog bukan ide baru yang sulit, ia adalah keputusan kebijakan yang selama ini belum diambil," pungkasnya.

*Kontributor Bali

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya