Berita

Forum "Indonesia Untapped and Frontier Resources: Scale, Strategy and Partnership” di Houston, Amerika Serikat, Selasa, 5 Mei 2026. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Pertamina Ajak Investor Global Kolaborasi Garap Harta Karun Migas Indonesia

RABU, 06 MEI 2026 | 16:18 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Optimisme terhadap peluang investasi hulu migas Indonesia semakin membara di panggung global. Momentum emas ini ditegaskan langsung dalam forum “Indonesia Untapped and Frontier Resources: Scale, Strategy and Partnership” di Houston, Amerika Serikat, Selasa, 5 Mei 2026.

Acara yang masuk dalam rangkaian Offshore Technology Conference (OTC) 2026 ini menjadi panggung unjuk gigi Indonesia di hadapan para raksasa investor dan penyedia teknologi energi dunia.

Duta Besar RI untuk AS, Indroyono Susilo menegaskan, pemerintah terus memperkuat karpet merah bagi investor lewat perbaikan regulasi, kepastian hukum, serta penyiapan wilayah kerja migas yang kompetitif, termasuk megaproyek Abadi Masela.


Bicara soal harta karun yang belum terjamah, Senior Manager - Oilfield Development SKK Migas, Wilson Pariangan, membeberkan data mencengangkan. Dari 128 cekungan migas yang ada di Indonesia, ternyata baru 20 cekungan yang berproduksi.

Sementara itu, 43 cekungan masih dalam tahap eksplorasi, dan 65 cekungan lainnya sama sekali belum tersentuh.

“Dengan potensi mencapai 2,7 miliar barel minyak dan 39,35 TCF gas, serta 158 blok migas yang tersedia, Indonesia menawarkan peluang nyata dengan sistem yang ramah investor,” ungkap Wilson.

Sinyal positif ini diaminkan oleh Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjual janji potensi, tetapi sudah membuktikan kemampuan eksekusi di lapangan.

“Indonesia adalah frontier energy opportunity yang belum sepenuhnya tergarap, dan saat ini adalah momentum terbaik bagi investor untuk masuk. Kami tidak hanya bicara potensi, tetapi juga eksekusi,” tegas Oki secara langsung di Houston.

Ketajaman eksekusi Pertamina terbukti sepanjang tahun 2025. Dari 20 sumur eksplorasi yang dibor, delapan di antaranya sukses menemukan cadangan raksasa baru berkat keakuratan data dan teknologi.

“Dengan dukungan survei seismik 2.931 km (2D) dan 855 km² (3D), kami memastikan setiap langkah eksplorasi berbasis data yang kuat. Ini memberikan tingkat keyakinan tinggi bagi investor,” jelasnya.

Oki menambahkan, peluang investasi ini bertstatus low risk, high value alias risiko rendah dengan nilai keuntungan tinggi. Nilai tambah ini bisa didapat lewat optimalisasi aset eksisting menggunakan teknologi mutakhir seperti Chemical EOR dan Thermal EOR yang sukses di Blok Rokan.

Oleh karena itu, Pertamina membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya bagi penyedia teknologi global, khususnya dari negeri Paman Sam.

Tak hanya migas konvensional, Indonesia juga menawakan investasi masa depan yang ramah lingkungan lewat proyek Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang membidik pasar regional, serta potensi raksasa panas bumi (geothermal) sebesar 24 GW yang mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemilik potensi terbesar di dunia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya