Berita

Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

Update Penyidikan Korupsi CSR BI dan OJK: Saksi Kunci Absen dari Panggilan Penyidik

RABU, 06 MEI 2026 | 12:05 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penyidikan kasus dugaan korupsi dana CSR Bank Indonesia dan OJK kini memasuki babak baru dengan adanya hambatan dalam proses pemeriksaan saksi. 

Kartini Buchari, istri dari tersangka Heri Gunawan, dilaporkan mangkir dari panggilan penyidik KPK yang seharusnya berlangsung di Gedung Merah Putih pada Selasa, 5 Mei 2026. 

"Yang bersangkutan tidak hadir, tentu nanti akan dikonfirmasi, dikoordinasikan kembali terkait dengan penjadwalan ulangnya," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.


Penjadwalan ulang akan segera dilakukan karena keterangan Kartini dianggap krusial untuk melengkapi berkas perkara agar kasus ini dapat segera dilimpahkan ke tahap penuntutan.

"Supaya penyidikannya lekas tuntas, kita bisa segera limpahkan ke tahap penuntutan," pungkas Budi.

Kasus ini berfokus pada dua tersangka utama, yakni mantan anggota DPR RI periode 2019-2024, Heri Gunawan dan Satori, yang diduga menyalahgunakan belasan yayasan di bawah kendali mereka untuk mengeruk bantuan dana sosial. 

Sejak tahun 2021 hingga 2023, kedua politisi tersebut diduga mengajukan proposal bantuan kepada BI, OJK, dan mitra kerja lainnya, namun dana yang terkumpul tidak digunakan untuk kegiatan sosial sebagaimana mestinya. 

Total kerugian yang diidentifikasi mencapai belasan miliar Rupiah dari masing-masing tersangka, yang sebagian besar justru mengalir untuk kepentingan pribadi dan aset komersial.

Heri Gunawan tercatat menerima aliran dana sebesar Rp15,86 miliar yang diduga dicuci melalui pembukaan rekening baru atas nama anak buahnya untuk mendanai bisnis kuliner hingga pembelian properti. 

Sementara itu, Satori diduga menerima Rp12,52 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan showroom serta deposito yang disamarkan melalui rekayasa transaksi perbankan. 

Meski skema pencucian uang dan aliran dana telah teridentifikasi secara detail, hingga saat ini KPK belum melakukan penahanan terhadap kedua tersangka tersebut sembari terus merampungkan pemeriksaan para saksi terkait.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya