Berita

Ilustrasi

Politik

Pertumbuhan Ekonomi Harus Diimbangi Penguatan Investasi

RABU, 06 MEI 2026 | 11:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang meningkat ke angka 5,61 persen diapresiasi Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Hanif Dhakiri. 

Meski tren positif ini menunjukkan postur APBN yang solid di tengah ketidakpastian global, Hanif mengingatkan pemerintah untuk tidak terlena dan tetap waspada terhadap struktur penopang ekonomi saat ini.

Hanif menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi yang naik dari posisi sebelumnya 5,39 persen tersebut masih didominasi oleh belanja pemerintah (government spending). Menurutnya, kondisi ini mengindikasikan bahwa mesin utama perekonomian dari sektor swasta dan produktivitas nasional belum bergerak secara optimal.


“Kami mengapresiasi capaian 5,61 persen ini di tengah kondisi global yang sulit. Namun, pemerintah wajib hati-hati. Pertumbuhan yang banyak ditopang belanja pemerintah menandakan sektor swasta belum sepenuhnya menjadi motor penggerak. Jika terus bergantung pada APBN, ruang fiskal kita akan tertekan dan daya dorong ekonomi jangka panjang justru bisa melemah,” ujar Hanif Dhakiri di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Wakil Ketua Umum DPP PKB ini menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pertumbuhan agar lebih sehat dan berkelanjutan. Ia mendesak pemerintah untuk melakukan penguatan pada sektor investasi dan industri dalam negeri guna menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. 

Investasi yang kuat dinilai akan memicu aktivitas ekonomi baru yang secara otomatis meningkatkan daya beli masyarakat tanpa harus terus-menerus disuntik oleh anggaran negara.

Mantan Menteri Ketenagakerjaan ini juga menegaskan bahwa kesuksesan ekonomi tidak boleh hanya berhenti pada angka statistik di atas kertas. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus mampu dirasakan manfaatnya secara merata oleh masyarakat luas, terutama dalam bentuk ketersediaan lapangan kerja yang stabil.

“Pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya tinggi di atas kertas. Struktur ekonomi kita harus kuat, manfaatnya merata, dan mampu membuka lapangan kerja secara berkelanjutan. Inilah kunci agar ekonomi kita benar-benar tangguh untuk jangka panjang,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Sinopsis Bapak Paling Jujur, Film Komedi Satir Politik Dibintangi Andovi Da Lopez

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29

KPK Amankan Uang Rp1 Miliar saat OTT Bupati Klaten

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:26

Profil Letjen Kristomei Sianturi, Kepala BNPB yang Baru Dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:13

Danantara Guyur Rp1,79 Triliun per Tahun untuk Beasiswa Dokter Spesialis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:06

Utang Subsidi Pemerintah ke PT Pupuk Indonesia Bengkak

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:55

20 Orang Terjaring OTT KPK, Ada Bupati Klaten hingga ASN BPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:45

Survei Adidaya Institute: Mayoritas Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:43

Jalur Darat dan Sumur Bor Disiapkan untuk Tangani Karhutla Tanjung Puting

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:34

JXB Perkuat Promosi Pariwisata Menuju 5 Abad Jakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:26

Kopdes Merah Putih Pekerjaan Besar Lintas Kementerian dan BUMN

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23

Selengkapnya