Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Hijau Didorong Optimisme AI

RABU, 06 MEI 2026 | 08:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks saham utama di Amerika Serikat (AS) kembali mencetak rekor tertinggi, didorong lonjakan saham perusahaan chip dan optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). 

Sentimen pasar juga membaik setelah pemerintah AS memastikan gencatan senjata dengan Iran tetap berlangsung, sehingga meredakan kekhawatiran gangguan di Selat Hormuz. Di saat yang sama, kinerja laba perusahaan yang kuat ikut memperkuat kepercayaan investor.

Dikutip dari Reuters, Rabu 6 Mei 2026, pada penutupan perdagangan Selasa, indeks S&P 500 naik 0,81 persen ke level 7.259,22. Indeks Nasdaq menguat 1,03 persen menjadi 25.326,13, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,73 persen ke 49.298,25. Seluruh sektor dalam S&P 500 bergerak naik, dengan sektor material dan teknologi informasi menjadi pendorong utama.


Kenaikan pasar turut ditopang oleh lonjakan saham perusahaan chip. Saham Intel melesat 13 persen setelah muncul laporan potensi kerja sama dengan Apple dalam produksi chip. Sementara itu, AMD naik sekitar 4 persen menjelang rilis laporan keuangan, dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan mencapai 33 persen. Indeks semikonduktor PHLX bahkan melonjak 4,2% dan telah naik sekitar 55 persen sepanjang tahun 2026.

Di luar sektor teknologi, sejumlah saham lain juga mencatat kinerja positif. Archer-Daniels-Midland naik 3,8 persen setelah mencetak laba kuartalan di atas ekspektasi. DuPont melonjak 8,4 persen usai menaikkan proyeksi laba tahunan, sedangkan Pinterest naik 6,9 persen karena memberikan panduan pendapatan kuartal kedua yang lebih kuat dari perkiraan analis.

Secara fundamental, kinerja perusahaan juga menunjukkan tren yang solid. Perusahaan-perusahaan dalam S&P 500 diperkirakan mencatat pertumbuhan laba agregat sekitar 28% secara tahunan pada kuartal pertama -- menjadi yang tertinggi sejak 2021.

“Pasar mengikuti fundamental. Pendapatan yang masuk cukup kuat, dan diharapkan hal itu akan berlanjut hingga akhir tahun,” ujar Tom Hainlin dari US Bank Wealth Management.

Meski demikian, sejumlah data ekonomi menunjukkan sinyal campuran. Jumlah lowongan kerja di AS turun menjadi 6,866 juta pada Maret, sedikit di atas perkiraan. Sementara itu, indeks aktivitas sektor jasa berada di level 53,6, sedikit di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa bank sentral masih memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya