Berita

Duta Besar RI untuk Kuba periode 2021-2025, Nana Yuliana. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi

Politik

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

SELASA, 05 MEI 2026 | 10:40 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Representasi perempuan dalam posisi duta besar Indonesia dinilai masih sangat minim.

Duta Besar RI untuk Kuba periode 2021-2025, Nana Yuliana, menyoroti rendahnya jumlah diplomat perempuan yang menempati posisi strategis sebagai kepala perwakilan RI di luar negeri.

Menurutnya, dari sekitar 95 kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, jumlah dubes perempuan saat ini diperkirakan hanya sekitar 10 orang atau sekitar 10-11 persen. Angka itu dinilai masih jauh dari target afirmasi 30 persen keterwakilan perempuan.


“Kalau kita bicara gender equality, kita masih less, jauh sekali, not even 15 persen,” ujar Nana dalam forum Women Leadership and Diplomacy: Strengthening Women's Role in Public Leadership and Global Engagement di Jakarta, Senin, 5 Mei 2026. 

Ia menilai kondisi tersebut kontras dengan berbagai komitmen internasional yang selama ini didukung Indonesia.

Di kawasan Asia, menurutnya, hanya ada dua dubes perempuan RI, yakni di Jepang dan Bangladesh. Sementara di kawasan Amerika, termasuk Amerika Latin, saat ini disebut tidak ada satu pun dubes perempuan Indonesia. 

Padahal sebelumnya sempat ada tiga dubes perempuan yang bertugas di kawasan tersebut, termasuk dirinya di Kuba.

“Di Amerika Latin sekarang zero women Indonesian ambassadors,” katanya.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Afrika yang disebut tidak memiliki dubes perempuan RI sama sekali. Adapun di kawasan Timur Tengah, jumlahnya juga sangat terbatas.

Nana menilai persoalan ini bukan sekadar soal angka, melainkan menunjukkan adanya “structural gap” dalam pengambilan keputusan dan promosi jabatan di lingkungan diplomasi Indonesia.

Ia bahkan menyoroti proses seleksi dan penempatan dubes yang dinilai belum transparan dan masih menyimpan bias promosi. Menurutnya, banyak diplomat perempuan justru ditempatkan di negara-negara dengan tingkat tantangan tinggi, sementara posisi strategis tertentu masih didominasi laki-laki.

“Ini soal political will. Mau tidak memberi ruang yang adil bagi perempuan yang punya kompetensi dan kemampuan kepemimpinan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintahan Prabowo Subianto dapat lebih serius mendorong keterwakilan perempuan di level duta besar sebagai bagian dari roadmap kesetaraan gender menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, afirmasi tidak cukup hanya dibahas secara normatif, tetapi harus diwujudkan dalam target yang konkret dan terukur.

“Harusnya 30 persen ini menjadi acuan ke depan,” tegas Nana.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya