Berita

Aksi "Tenda untuk Andrie Yunus dan Tandu untuk Demokrasi" di depan Kantor Komnas HAM Jakarta, Jumat, 10 April 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

SELASA, 05 MEI 2026 | 10:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai membatalkan rencana penentuan status pembela atau aktivis HAM setelah menuai beragam tanggapan. 

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik terkait wacana sebelumnya mengenai pembentukan tim asesor yang akan menilai status pembela HAM.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai, jika rencana tersebut tetap dijalankan, berpotensi memicu kontroversi. Pasalnya, akan muncul kesan bahwa negara melalui Kementerian HAM berwenang menentukan siapa yang layak disebut aktivis HAM, sekaligus menilai apakah yang bersangkutan pantas mendapatkan perlindungan.


Menurut Adi, penilaian semacam itu tidak tepat. Ia menegaskan bahwa seseorang dapat disebut sebagai aktivis HAM selama aktivitas yang dilakukan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Kalau mau jujur, sepanjang pembelaan yang dilakukan itu adalah untuk kepentingan rakyat, sekecil apa pun, tidak populer, tidak dikenal publik, tidak mendapat ekspos pemberitaan, tetapi sepanjang yang dilakukan adalah sifatnya partisipatoris, memberikan pembelaan sekaligus pendampingan kepada pihak-pihak selama ini termarjinalkan, hak politik, sosial, ekonomi diabaikan, lalu kemudian dibela oleh pihak tertentu yang tujuannya untuk memberikan perlindungan, bagi saya dia sangat layak disebut aktivis HAM,” ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menilai, wacana penentuan status tersebut berpotensi menimbulkan polemik karena menyerupai proses “sertifikasi” aktivis HAM. Padahal, menurutnya, pengakuan sebagai aktivis HAM tidak harus datang dari negara.

“Sekalipun tidak ada pengakuan dari negara, sepanjang yang dilakukan itu adalah pendampingan, advokasi untuk memperjuangkan hak-hak politik, hukum, sosial, budaya, ekonomi, maka menurut saya dia sangat layak disebut aktivis HAM,” tegasnya.

Lebih lanjut, Adi menekankan bahwa keselamatan dan perlindungan terhadap para pembela HAM merupakan tanggung jawab negara, tanpa harus bergantung pada pengakuan formal.

Ia juga menilai bahwa gagasan sertifikasi atau pengakuan resmi dari Kementerian HAM menjadi tidak relevan, karena pada prinsipnya semangat perjuangan aktivis melekat pada siapa pun yang konsisten membela kepentingan masyarakat.

Bahkan jika terdapat kecurigaan terkait pihak tertentu yang mendukung atau membiayai aktivitas tersebut, hal itu tidak serta-merta menghapus legitimasi seseorang sebagai aktivis HAM, selama tujuannya tetap untuk memberdayakan dan melindungi kelompok yang terpinggirkan.

“Kalaupun ada kecurigaan, tudingan pihak tertentu mungkin karena dia dimodali atau disponsori, kalau memang tujuannya untuk memberdayakan dan membela masyarakat yang termarginalkan, menurut saya tetap layak disebut aktivis HAM,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya