Berita

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Politik

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

SENIN, 04 MEI 2026 | 14:50 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah memproyeksikan pembangunan giant sea wall di kawasan Pantai Utara Jawa akan berlangsung selama 15 hingga 20 tahun dengan skema pembiayaan gabungan antara APBN dan investasi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut proyek tanggul laut raksasa itu menjadi langkah mendesak untuk menghadapi ancaman penurunan muka tanah dan banjir rob yang terus memburuk di kawasan Pantura.

“Ini adalah mega proyek 15 hingga 20 tahun, melibatkan sumber pendanaan beragam, tidak hanya APBN tapi juga investasi dan public private partnership,” kata AHY di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026. 


Menurut AHY, Pantura merupakan koridor ekonomi strategis yang menyumbang sekitar 23 persen terhadap PDB nasional. Kawasan tersebut juga dihuni puluhan juta penduduk yang terancam terdampak krisis pesisir.

Untuk menjalankan proyek itu, pemerintah membentuk Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa dan melibatkan sekitar 23 kementerian/lembaga.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPJ) Didit Herdiawan mengatakan proyek sepanjang 575 kilometer itu dibagi menjadi 15 segmen agar pembangunan bisa dilakukan paralel.

“Dari perpres yang keluar sekitar ada 23 kementerian lembaga itu kita libatkan,” ujar Didit.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya