Berita

Konferensi Pers Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Pantura Darurat, Pemerintah Mulai Proyek Tanggul Laut Sepanjang 535 Km

SENIN, 04 MEI 2026 | 14:29 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah mulai mendorong pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa di Pantai Utara (Pantura) Jawa, seiring meningkatnya ancaman terhadap kawasan permukiman di pesisir.

Ancaman yang dihadapi tidak hanya berupa banjir rob, tetapi juga kombinasi antara penurunan muka tanah (land subsidence) dan kenaikan permukaan air laut. Kondisi ini membuat jutaan warga pesisir semakin rentan terdampak.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa tanpa intervensi serius, kondisi Pantura akan terus memburuk dari tahun ke tahun.


“Ada dua tekanan yang datang secara bersamaan, yakni penurunan permukaan tanah dan ancaman banjir rob akibat kenaikan muka air laut,” ujar AHY dalam Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura,di Jakarta,  Senin, 4 Mei 2026.

Ia menegaskan, ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada kawasan industri dan jalur logistik nasional, tetapi juga langsung mengancam kehidupan masyarakat pesisir, termasuk para nelayan.

Pemerintah mencatat sekitar 55 juta penduduk tinggal di kawasan Pantura Jawa, dengan jutaan di antaranya merupakan masyarakat pesisir yang bergantung pada wilayah pantai untuk mata pencaharian.

AHY mengungkapkan, di sejumlah titik Pantura, penurunan muka tanah mencapai 1 hingga 20 sentimeter per tahun. Jika kondisi ini terus berlanjut, permukiman warga diperkirakan akan semakin sering terendam banjir rob.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah mulai menjalankan proyek tanggul laut raksasa yang akan membentang dari Tangerang hingga Gresik sepanjang sekitar 535 kilometer. Proyek ini akan dibagi ke dalam 15 segmen pembangunan.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPJ), Didit Herdiawan, menegaskan bahwa proyek ini tidak sekadar membangun tanggul beton, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan.

“Pantura Jawa bukan hanya kawasan industri, tetapi juga ruang hidup masyarakat dengan ekosistem yang harus dijaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, wilayah yang diprioritaskan adalah kawasan pesisir yang permukaan tanahnya sudah lebih rendah dari permukaan laut, sehingga rentan terhadap intrusi air laut.

Pemerintah menargetkan proyek ini berjalan secara bertahap dalam kurun waktu 15 hingga 20 tahun, dengan mengombinasikan pembangunan infrastruktur dan solusi berbasis alam, seperti penanaman mangrove untuk menahan abrasi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya