Berita

Kapal pesiar MV Hondius (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube DW)

Global

Tiga Penumpang Kapal Pesiar Belanda Meninggal, Diduga Terkait Hantavirus

SENIN, 04 MEI 2026 | 10:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden yang diduga berkaitan dengan wabah hantavirus di kapal pesiar Belanda, MV Hondius, yang tengah berlayar di Samudra Atlantik.

Selain korban meninggal, satu penumpang saat ini dirawat di ruang perawatan intensif di Johannesburg, Afrika Selatan. Sementara itu, dua anggota kru lainnya dilaporkan membutuhkan penanganan medis segera.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dari enam orang yang menunjukkan gejala di kapal, baru satu kasus yang terkonfirmasi sebagai hantavirus. Kapal yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions tersebut diketahui berada di lepas pantai Tanjung Verde, Afrika Barat.


Pihak operator kapal mengungkapkan adanya kendala dalam penanganan medis di lokasi. Mereka menyebut tidak ada izin dari otoritas setempat untuk menurunkan penumpang yang membutuhkan perawatan atau melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut di darat.

“Tidak ada otorisasi dari pihak berwenang Tanjung Verde untuk menurunkan penumpang yang membutuhkan perawatan medis atau membantu pemeriksaan medis,” demikian pernyataan perusahaan, dikutip dari 9News, Senin, 4 Mei 2026.

Meski demikian, otoritas kesehatan setempat telah naik ke kapal untuk memeriksa kondisi penumpang yang sakit.

Perusahaan juga mengakui situasi ini sebagai tantangan besar. Mereka menyebut tengah menghadapi “tantangan kompleks” dalam mempercepat penanganan kru yang terinfeksi, sambil berkoordinasi dengan otoritas Belanda untuk proses pemulangan pasien dan jenazah korban.

Kapal MV Hondius diketahui berangkat dari Ushuaia, Argentina, menuju Tanjung Verde dengan membawa sekitar 150 penumpang dan puluhan kru. 

Korban pertama adalah seorang pria berusia 70 tahun yang meninggal di atas kapal, dan jenazahnya kemudian diturunkan di Saint Helena. Istrinya, yang berusaha kembali ke Belanda, juga meninggal setelah jatuh sakit di bandara di Afrika Selatan. Sementara itu, pasien yang kini dirawat intensif di Johannesburg diketahui merupakan warga negara Inggris.

Hantavirus merupakan virus yang dapat menular melalui paparan urin atau kotoran hewan pengerat. Dalam kasus tertentu, penularan antar manusia dapat terjadi, meski tergolong jarang. Gejala awal biasanya meliputi demam, kelelahan, dan nyeri otot, namun dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat yang berpotensi fatal.

WHO menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung.

“Investigasi rinci sedang dilakukan, termasuk pengujian laboratorium lanjutan dan penyelidikan epidemiologi. Perawatan medis dan dukungan terus diberikan kepada penumpang dan kru,” demikian pernyataan WHO.

Saat ini, otoritas kesehatan di Afrika Selatan juga melakukan pelacakan kontak guna mencegah potensi penyebaran lebih lanjut di daratan. Hingga kini, belum tersedia obat khusus untuk hantavirus, namun penanganan medis secara dini dapat meningkatkan peluang keselamatan pasien.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya