Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Biaya Energi Meroket, Konflik Timur Tengah Mulai Lumpuhkan Pabrik-Pabrik Amerika

SENIN, 04 MEI 2026 | 09:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sektor manufaktur Amerika Serikat menunjukkan performa yang cukup tangguh namun penuh tekanan pada April 2026. Indeks PMI Manufaktur ISM bertahan di angka 52,7, menyamai level tertinggi sejak Agustus 2022. 

Meskipun angka ini menunjukkan pertumbuhan stabil di atas ambang batas ekspansi, nyatanya masih berada di bawah ekspektasi pasar yang mengharapkan kenaikan hingga 53,0. 

Di balik angka utama tersebut, terjadi dinamika yang kontradiktif di mana pesanan baru sebenarnya tumbuh lebih cepat ke level 54,1, namun kapasitas produksi justru melambat menjadi 53,4 karena berbagai hambatan operasional.


Dikutip dari Trading Economic, Senin 4 Mei 2026, salah satu tantangan terbesar yang muncul adalah melambatnya rantai pasok secara signifikan, terlihat dari indeks pengiriman pemasok yang membengkak ke angka 60,6. 

Kondisi ini diperburuk oleh sektor ketenagakerjaan yang mengalami kontraksi tajam ke level 46,4, mencerminkan keraguan industri untuk menambah tenaga kerja di tengah situasi yang tidak menentu. 

Di saat yang sama, biaya produksi melonjak dengan kecepatan yang tidak terlihat sejak April 2022. Lonjakan ini didorong oleh meroketnya harga minyak dan diesel sebagai dampak langsung dari eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya krisis yang melibatkan Iran, yang mengganggu jalur distribusi energi global.

Susan Spence, selaku Ketua Komite Survei Bisnis Manufaktur ISM, mengungkapkan bahwa sentimen di kalangan pelaku usaha saat ini didominasi oleh kecemasan. Memasuki bulan kedua perang di Iran, hanya 31 persen panelis yang menyuarakan pandangan positif, sementara 69 persen lainnya cenderung negatif dengan rasio ketimpangan mencapai 1 banding 2,2. 

Perang menjadi isu sentral yang disebutkan oleh hampir separuh responden, sementara kebijakan tarif perdagangan juga menjadi perhatian serius bagi 18 persen panelis lainnya. Banyak pelaku industri kini terjebak dalam dilema, di mana mereka harus menghadapi kenaikan biaya bahan baku sekaligus ketidakpastian jalur logistik internasional. 

Ketergantungan global pada stabilitas Selat Hormuz kembali menjadi titik lemah manufaktur AS, karena setiap gangguan di wilayah tersebut secara otomatis menaikkan biaya pengapalan dan harga energi dunia. 

Dengan angka lapangan kerja yang berada di zona kontraksi, industri manufaktur kini berada dalam fase waspada tinggi sambil terus memantau apakah ketegangan geopolitik akan mereda atau justru semakin memperparah krisis biaya hidup global.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya