Berita

Maskapai Spirit Airlines (Foto: Situs Spirit.com)

Bisnis

Maskapai Murah Tutup, Tarif Penerbangan di AS Terancam Naik

SENIN, 04 MEI 2026 | 08:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penutupan Spirit Airlines memicu kekecewaan luas di kalangan pelancong Amerika Serikat, terutama mereka yang selama ini mengandalkan tiket murah. 

Banyak masyarakat menilai, hilangnya Spirit akan mengurangi akses perjalanan udara bagi kelompok berpenghasilan rendah dan kelas pekerja. Selama ini, maskapai tersebut menjadi solusi bagi penumpang yang ingin bepergian dengan biaya terjangkau.

Penutupan ini terjadi secara mendadak setelah Spirit mengalami tekanan keuangan yang berat. 


Maskapai bahkan sempat membatalkan sejumlah penerbangan secara tiba-tiba, sehingga penumpang dan staf terlantar di berbagai wilayah, termasuk Amerika Serikat, Karibia, dan Amerika Latin. Lonjakan harga bahan bakar, yang dipicu ketegangan geopolitik seperti konflik Iran, menjadi salah satu faktor utama.

Di media sosial, banyak pelanggan mengungkapkan kesedihan mereka. Salah satu pengguna menyebut Spirit sebagai pilihan terakhir untuk perjalanan murah dan cepat.

“Mereka benar-benar salah satu pilihan murah terakhir—membawa saya ke tujuan secepat dan semurah mungkin. Saya akan merindukan mereka,” tulis seorang pengguna Reddit, dikutip dari Reuters, Senin, 4 Mei 2026.

Sejak berdiri pada awal 1990-an, Spirit dikenal dengan konsep ultra low-cost. Harga tiketnya sangat murah, namun dengan fasilitas terbatas—bahkan penumpang harus membayar untuk air minum dan kursi tidak dapat direbahkan. Meski kerap menjadi bahan candaan, model bisnis ini justru membantu banyak orang tetap bisa bepergian.

Setelah Spirit berhenti beroperasi, sejumlah maskapai seperti Frontier Airlines, JetBlue, dan Southwest Airlines mulai menawarkan tiket diskon serta membuka rute baru. Sementara itu, maskapai besar seperti Delta Air Lines dan American Airlines juga memberikan harga khusus sementara bagi penumpang yang terdampak.

Meski demikian, para analis memperkirakan biaya perjalanan udara tetap akan meningkat. Selain karena hilangnya Spirit, kenaikan harga bahan bakar dan tekanan ekonomi di AS turut memperburuk kondisi pasar penerbangan.

Sebelum berhenti beroperasi, Spirit masih memiliki lebih dari 4.000 jadwal penerbangan domestik hingga pertengahan Mei. Kehilangannya diperkirakan akan berdampak besar terhadap industri penerbangan dan masyarakat luas.

Seorang pilot yang telah lama bekerja di Spirit turut mengungkapkan kesedihannya. Ia menyebut, membantu masyarakat bepergian dengan biaya murah merupakan hal paling membanggakan selama bekerja di maskapai tersebut.

Kekecewaan serupa juga disampaikan CEO Spirit Airlines, Dave Davis.

“Sangat mengecewakan dan bukan hasil yang diinginkan siapa pun dari kita,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya