Berita

Presiden AS Donald Trump (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube The White House)

Dunia

Trump Janji Bebaskan Kapal-kapal yang Terjebak di Selat Hormuz

SENIN, 04 MEI 2026 | 07:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya akan berupaya “membebaskan” kapal-kapal kargo yang terjebak di Selat Hormuz sejak konflik dengan Iran pecah.

Trump menyebut operasi tersebut sebagai “Project Freedom”, yang dijadwalkan mulai berjalan pada Senin, 4 Mei 2026. 

Fokus utamanya adalah mengevakuasi kapal-kapal sipil dari negara yang tidak terlibat konflik agar bisa kembali beroperasi secara normal.


“Saya telah menginstruksikan perwakilan saya untuk memberi tahu mereka bahwa kami akan melakukan upaya terbaik untuk mengeluarkan kapal dan awak mereka dengan selamat dari Selat,” kata Trump, dikutip dari CNBC International. 

“Dalam semua kasus, mereka mengatakan tidak akan kembali sampai area tersebut aman untuk navigasi, dan segala hal lainnya," lanjutnya.

Meski demikian, Trump tidak merinci bagaimana operasi tersebut akan dilakukan atau sejauh mana keterlibatan militer AS. Di sisi lain, situasi di lapangan masih penuh ketidakpastian, termasuk apakah Iran akan mengizinkan operasi tersebut berlangsung tanpa gangguan.

Trump menegaskan bahwa misi ini bersifat kemanusiaan dan bertujuan membantu pihak-pihak yang tidak terlibat konflik. “Pergerakan kapal ini semata-mata untuk membantu orang-orang, perusahaan, dan negara-negara yang tidak melakukan kesalahan apa pun -- mereka adalah korban keadaan,” katanya.

Namun, ia juga mengeluarkan peringatan keras. Trump mengatakan bahwa setiap upaya untuk menghalangi operasi ini akan direspons dengan tegas. “Jika proses kemanusiaan ini diganggu dengan cara apa pun, maka gangguan tersebut, sayangnya, harus ditangani dengan kekuatan,” tegasnya.

Di tengah operasi ini, hubungan antara AS dan Iran masih berada dalam kondisi gencatan senjata yang rapuh. Negosiasi damai terus berlangsung, meski belum menghasilkan kesepakatan final. Trump bahkan menyebut bahwa sikap Iran dalam mengizinkan kapal keluar dari selat bisa menjadi tanda itikad baik dalam proses perdamaian yang sedang berjalan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya