Berita

Presiden Prabowo Subianto dalam satu momen dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Bahlil: BBM Subsidi dan LPG Diupayakan Tidak Naik

SENIN, 04 MEI 2026 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga BBM non-subsidi akan tetap bergerak dinamis mengikuti mekanisme pasar global. 

Namun, pemerintah menjamin masyarakat kelas bawah tetap terlindungi melalui stabilitas harga BBM subsidi dan LPG.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa BBM non-subsidi memang ditujukan bagi kelompok masyarakat mampu, sehingga penyesuaian harganya bergantung pada kondisi pasar dunia. 


“Tetapi kalau BBM yang untuk orang yang mampu, mohon maaf, itu dengan sendirinya hukum pasar,” ujar Bahlil di Jakarta, Minggu 3 Mei 2026. 

Di sisi lain, komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat rentan tetap menjadi prioritas utama sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. 

“Saya sekali lagi menyampaikan bahwa untuk BBM insyaallah tidak akan ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk LPG. Itu kita jaga dan itulah perintah Bapak Presiden Prabowo,” tegasnya.

Saat ini, sektor energi nasional masih menghadapi tantangan besar berupa kesenjangan antara konsumsi dan produksi. Dengan kebutuhan mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik (lifting) hanya sekitar 605 ribu barel per hari, Indonesia harus mengimpor sekitar 1 juta barel setiap harinya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menempuh strategi optimalisasi sumur migas, terutama mengaktifkan kembali sumur-sumur idle melalui bantuan teknologi dan insentif bagi investor. 

“Dari 39.000 atau katakanlah sekarang sudah berubah menjadi 46.000, itu sumur-sumur yang berfungsi tidak lebih dari 20.000,” ungkap Bahlil.

Selain memacu produksi dari sumur lama, pemerintah juga mempercepat pengembangan wilayah kerja migas baru serta mendorong eksplorasi di berbagai titik, termasuk temuan cadangan gas potensial di Kalimantan Timur.

Langkah progresif diambil di sektor hilir melalui program biodiesel. Transisi dari B40 menuju B50 terbukti efektif menekan angka impor. Bahkan, Bahlil mengklaim Indonesia kini telah mencapai swasembada solar.

“Untuk solar, dalam sejarah bangsa kita di 2026, alhamdulillah tidak kita lakukan lagi impor solar karena semua sudah dalam negeri,” kata Bahlil.

Tak berhenti di situ, pengembangan bioetanol sebagai pengganti bensin juga terus dipacu. Program mandatory E20 ditargetkan mulai berjalan pada 2028 untuk semakin mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya