Berita

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Hambalang, Kabupaten, Jawa Barat, pada Sabtu 2 Mei 2026. (Foto: Setpres)

Politik

Pertemuan di Hambalang Jadi Sinyal Gravitasi Kekuasaan di Tangan Prabowo

SENIN, 04 MEI 2026 | 03:03 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten, Jawa Barat, pada Sabtu, 2 Mei 2026. 

Pertemuan tersebut difokuskan untuk membahas perkembangan berbagai isu strategis nasional.

"Secara simbolik, pertemuan di Hambalang juga mengirim pesan politik yang kuat," kata Analis Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting, dikutip Senin 4 Mei 2026.


Pertama, kata Ginting, menunjukkan Presiden Prabowo memegang kendali langsung atas isu-isu strategis. 

Kedua, memberi sinyal kepada elite bahwa pusat gravitasi kekuasaan berada di tangan Presiden, bukan semata di institusi formal.

Di tengah dinamika politik domestik dan tantangan global, pesan ini penting untuk menjaga disiplin elite sekaligus menenangkan publik, negara berada dalam kontrol.

Ginting melihat pertemuan di Hambalang memperlihatkan arah pemerintahan Prabowo Subianto yang semakin menekankan integrasi antara keamanan, ekonomi, dan pembangunan manusia dalam satu kerangka besar ketahanan nasional.

"Namun, efektivitas pendekatan ini akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara kontrol dan akuntabilitas," kata Ginting.

Konsolidasi memang penting di masa penuh ketidakpastian, tetapi tanpa ruang kritik dan transparansi, bisa berubah menjadi sentralisasi yang kontraproduktif.

"Kediaman pribadi Presiden Prabowo di Hambalang, dalam konteks ini, bukan hanya tempat rapat saja, melainkan cermin dari bagaimana kekuasaan dijalankan dan arah negara sedang dibentuk," pungkas Ginting.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya