Berita

Ilustrasi kekerasan. (Foto: artificial intelligence)

Politik

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

MINGGU, 03 MEI 2026 | 19:17 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penanganan kasus tewasnya pekerja rumah tangga (PRT) berinisial D (15) di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat menuai sorotan tajam. Aparat dinilai lambat merespons, hingga anggota DPR turun langsung mengawal proses hukum.

Anggota DPR, Yoyok Riyo Sudibyo mengaku turun langsung mendampingi keluarga korban untuk memastikan kasus berjalan.

Tak sekadar memantau, Yoyok mengerahkan orang untuk menjaga keluarga korban, mengawal proses otopsi, menjadi penghubung media dan aktivis, hingga mendorong tekanan terhadap kepolisian.


“Kalau cuma rapat-rapat doang, nggak cepat bertindak, saya yakin kita kalah,” tegas Yoyok dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 3 Mei 2026.

Kasus ini mencuat sehari setelah Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga disahkan. Berdasarkan laporan JALA PRT, dua PRT diduga mengalami kekerasan di rumah majikan pada malam 22 April 2026.

Korban D meninggal dunia setelah melompat dari lantai empat, sementara korban lain berinisial R (26) mengalami luka berat.

Yoyok mengaku sempat mendatangi Polres Jakarta Pusat untuk mempertanyakan perkembangan penyidikan. Polisi, kata dia, telah mengamankan CCTV dan sejumlah barang bukti. Namun, pasca-otopsi hingga pemulangan jenazah, ia menilai proses berjalan lambat.

“Enggak ada perkembangan dari Polres. Ini yang membuat saya jujur kempropok (kesal),” ujarnya.

Ia juga mengungkap adanya dugaan upaya pihak tertentu yang mendekati keluarga korban yang berasal dari Batang, Jawa Tengah untuk mendorong penyelesaian damai. Karena itu, Yoyok meminta aparat desa dan warga ikut siaga mengantisipasi hal tersebut.

“Saya enggak butuh rapat-rapat. Saya butuh aksi cepat datang,” tandasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya