Berita

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani. (Foto: Dokumen Pribadi)

Politik

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

SABTU, 02 MEI 2026 | 12:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Komisi X DPR RI menilai pendidikan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah mengalami perubahan yang signifikan. 

Meskipun, tantangan yang dihadapi pemerintah dalam membangun sekto pendidikan di Tanah Air tidak lah mudah.

"Terkait penilaian saya terhadap kemajuan pendidikan di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, saya dapat menyatakan bahwa telah terjadi arah perubahan yang nyata, meskipun tantangannya masih sangat berat," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani kepada wartawan, Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2026.


Lalu Hadrian mengungkapkan kemajuan yang paling konkret ialah revolusi infrastruktur pendidikan. Dia mencontohkan pada tahun sebelumnya Indonesia hanya mampu merenovasi sekitar 17.000 sekolah, sementara pada tahun 2026 angka tersebut naik drastis menjadi 70.000 sekolah.

"Dan pemerintah menargetkan pada tahun 2028 seluruh sekolah di Indonesia akan selesai direnovasi," ungkapnya.

Selain itu, Legislator dari Fraksi PKB ini menyebut bahwa pemerintah terus mendorong transformasi digital dengan memasang papan pintar atau smart board interaktif di ruang kelas, tunjangan guru non-ASN, dan meluncurkan program Sekolah Rakyat. 

"Pada akhirnya, kesimpulan saya adalah bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran, serius dalam membenahi aspek infrastruktur pendidikan, namun kami akan terus mengawal SDM, yakni para guru, berjalan seimbang," kata dia.

Kendati begitu, Lalu Hadrian mengakui bahwa kualitas dan mutu pendidikan, belum sepenuhnya merata dan belum dapat diakses secara adil oleh seluruh warga negara.

Menurutnya, masih ada kesenjangan antardaerah perkotaan dan daerah pedalaman, terutama di kawasan 3T. Wakil Rakyat dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) II itu mengatakan meski anggaran pendidikan yang secara nominal besar, ternyata belum mampu menjawab seluruh kebutuhan riil di lapangan.

"Biaya distribusi guru dan fasilitas belajar di daerah terpencil lebih mahal dibandingkan di kota, sehingga banyak sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidik dan infrastruktur," katanya.

Bagi Lalu Hadrian, hal ini merupakan pekerjaan rumah (PR) besar yang menuntut kehadiran negara secara sungguh-sungguh baik untuk siswa di Jakarta maupun di Papua. Dia menekankan pendidikan yang bermutu untuk semua tidak cukup hanya dengan gedung baru yang megah.

"Tetapi juga harus diiringi dengan kualitas belajar yang unggul bagi setiap anak bangsa," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya