Berita

Ilustrasi (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CCTV)

Dunia

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

SABTU, 02 MEI 2026 | 12:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meninjau ulang rencana penghentian misi penjaga perdamaian di Lebanon, dengan alasan kondisi keamanan di lapangan belum cukup stabil.

Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, menegaskan bahwa situasi di wilayah tersebut masih rawan. Menurutnya, belum ada tanda-tanda gencatan senjata yang benar-benar tercapai, melainkan hanya penurunan intensitas konflik. Ia juga menyoroti serangan yang masih berlangsung di Lebanon.

“Israel berkewajiban untuk menghentikan pemboman Lebanon ini,” ujar Fu pada Jumat, dikutip dari Reuters, Sabtu 2 Mei 2026.


Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB telah secara bulat memutuskan untuk mulai menarik pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada akhir 2026. Misi ini sendiri telah beroperasi sejak 1978 untuk memantau wilayah perbatasan selatan Lebanon dengan Israel.

Ketegangan di kawasan kembali meningkat sejak awal Maret. Kelompok bersenjata Hezbollah meluncurkan serangan ke Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran. Serangan tersebut dibalas dengan operasi militer besar-besaran oleh Israel, baik melalui udara maupun darat, yang menyebabkan kerusakan luas di Lebanon selatan. Dilaporkan, lebih dari 2.500 orang tewas sejak konflik kembali memanas.

Pihak Israel menyatakan bahwa operasi militernya bertujuan menghentikan serangan dari Hezbollah. Meski demikian, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari perwakilan Israel di PBB terkait pernyataan terbaru China.

Fu juga mengungkapkan bahwa ia telah membahas situasi ini dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Menurutnya, sekretariat PBB tengah mempertimbangkan kemungkinan peninjauan implementasi Resolusi 1701, yang sebelumnya mengakhiri konflik besar antara Hezbollah dan Israel pada 2006.

Ia menambahkan bahwa mayoritas anggota Dewan Keamanan menilai saat ini belum tepat untuk mengurangi atau mengubah peran UNIFIL. Bahkan, Kepala Operasi Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, juga sempat menyampaikan bahwa kehadiran PBB di Lebanon masih mungkin dipertahankan, meskipun mandat UNIFIL nantinya berakhir.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya