Berita

Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), Sunarno. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Buruh Kritik Kondisi Ketenagakerjaan “Sangat Buruk” di Era Sekarang

JUMAT, 01 MEI 2026 | 12:42 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini diwarnai kritik keras terhadap kondisi ketenagakerjaan di Indonesia. Kelompok buruh menilai situasi pekerja semakin tidak menentu, mulai dari sistem outsourcing, kontrak kerja, upah, hingga menyempitnya ruang demokrasi bagi masyarakat sipil.

Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menyampaikan langsung keresahan tersebut ke pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Mereka menilai persoalan buruh selama ini terus berulang tanpa perubahan signifikan.

“Ada situasi ketenagakerjaan yang sangat buruk,” kata Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), Sunarno, usai menyampaikan aspirasi di kompleks parlemen, Jumat, 1 Mei 2026. 


Menurutnya, praktik outsourcing dan kerja kontrak kini semakin mendominasi, sementara jumlah pekerja tetap justru terus berkurang. Buruh menilai kondisi tersebut membuat kepastian kerja dan kesejahteraan pekerja semakin lemah.

“Pekerja permanen itu semakin dikit, tapi outsourcing, kontrak, harian lepas, borongan itu semakin banyak,” ujarnya.

Selain itu, kelompok buruh juga mengkritik sistem pengupahan yang dinilai belum mampu menjamin kehidupan layak. Mereka mendorong reformasi sistem upah nasional agar persoalan kenaikan upah tidak terus menjadi agenda demonstrasi tahunan.

Tak hanya soal ekonomi, Gebrak juga menyinggung kondisi demokrasi yang dinilai makin sempit. Mereka menyoroti adanya dugaan kriminalisasi terhadap massa aksi dalam sejumlah demonstrasi belakangan ini.

Buruh pun mendesak revisi aturan ketenagakerjaan dilakukan dengan melibatkan serikat pekerja secara langsung, agar regulasi baru tidak kembali memicu konflik antara pemerintah, DPR, dan kelompok buruh.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya