Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Politik

May Day 2026, Momentum Refleksi Perbaikan Kesejahteraan Jurnalis

JUMAT, 01 MEI 2026 | 09:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Momentum Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 harus dijadikan momentum refleksi untuk memperbaiki kesejahteraan jurnalis. Sebab, pekerja pers juga masih menghadapi persoalan mendasar terkait kesejahteraan dan kepastian kerja.

Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) menyoroti masih banyaknya jurnalis yang bekerja dalam tekanan tinggi, namun dengan upah yang tidak sebanding serta status kerja yang belum jelas.

Ketua Umum Iwakum, Irfan Kamil, menegaskan kondisi tersebut tidak bisa terus dianggap sebagai kewajaran dalam industri media.


“Jurnalis menulis kebenaran, tetapi masih banyak yang dibayar dengan ketidakpastian. Ini ironi yang harus segera dibenahi. Upah layak dan kepastian kerja adalah bagian dari hak dasar pekerja pers,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat, 1 Mei 2026.

Menurut Kamil, kualitas demokrasi sangat bergantung pada kondisi kerja jurnalis itu sendiri. Demokrasi sulit berdiri tegak, jika pers sebagai salah satu pilarnya tidak kuat.  

“Pers yang kuat hanya bisa lahir dari jurnalis yang dilindungi. Jika kesejahteraan diabaikan, maka independensi pers ikut terancam,” ucapnya. saat 

Untuk itu, Iwakum memandang perlu adanya komitmen bersama antara perusahaan media, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan ekosistem pers yang sehat, adil, dan berkelanjutan. 

Komitmen tersebut mencakup perbaikan sistem pengupahan, kejelasan status kerja, serta perlindungan jurnalis di tengah transformasi digital. 

Pada momentum Hari Buruh Internasional ini, Iwakun menegaskan bahwa perjuangan pekerja pers merupakan bagian dari perjuangan buruh secara keseluruhan.

“Menulis kebenaran tidak boleh lagi dibayar dengan ketidakpastian,” tegas Kamil.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Iwakum, Ponco Sulaksono, menyoroti perubahan lanskap industri media di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Peluang yang tercipta dari kehadiran AI muncul beriringan dengan dampak terhadap jurnalis. 

“AI membawa peluang untuk meningkatkan efisiensi kerja jurnalistik, tetapi juga menghadirkan risiko, mulai dari pengurangan tenaga kerja hingga penurunan nilai kerja jurnalis,” ujar Ponco.

Ia mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tidak mengorbankan hak-hak pekerja pers.

“Jangan sampai AI dijadikan alasan untuk menekan upah atau mengabaikan perlindungan jurnalis. Teknologi seharusnya memperkuat kerja jurnalistik, bukan menggantikannya secara tidak adil,” pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya